Telah sukses jadi penguasha bunga, rupanya Denise Chariesta pernah menjadi seorang pelayan di sebuah toko pakaian alias pramuniaga di Tanah Abang.

Profesi sebagai pelayan toko itu dijalankan olehnya saat sang ayah mengalami krisis dan bangkrut. Lantaran tak bisa menyelesaikan sekolah,Denise Chariesta mau tak mau mencari pekerjaan dan rela menjadi pelayan toko di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Bukan dagang, dulu waktu papi aku bangkrut itu, gak sekolah," kata Denise dikutip HerStory lewat Capcus Trans7, Minggu (20/6/2021).

"Trus gua gak bisa nih hidup sudah (susah) terus, aku orangnya hobi mikir, trus gimana ya caranya (gak hidup susah lagi). Aku kerja lah di Tanah Abang," tuturnya.

Wanita yang dinilai sombong ini menceritakan kisah pahitnya saat menjadi pelayan toko di Tanah Abang. Ia hanya digaji Rp2 juta per bulan dan harus banting tulang dari waktu subuh hingga malam hari.

Selain menjaga barang dagangan baju toko, Denise juga kerap disuruh majikannya untuk mengangkat karung besar dan berat yang penuh dengan pakaian jualan.

Bahkan, ia juga mengaku seringkali dimaki-maki oleh sang majikan saat jadi pelayan toko.

"Sengsaranya gitu, batin dimaki-maki, 'angkat karung'. Kerja tiap hari dari jam 5 pagi bukanya," kenang Denise.

Baca Juga: Bak Buktikan Omongan, Denise Chariesta Mendadak Lepas Bra, Dinar Candy Histeris: Ini Konten Mahal Banget!

Menurutmu bagaimana, Beauty?

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas