Keuangan jadi salah satu masalah di dalam kehidupan. Enggak bisa dipungkiri bahwa disetiap sisi kehidupan pasti membutuhkan uang, baik yang masih sendiri ataupun bagi yang sudah berkeluarga.

Pasti sudah enggak asing lagi mendengar masalah keluarga yang disebabkan oleh keuangan. Itu berarti bahwa sangat penting untuk mengatur keuangan agar tak picu masalah yang bisa mengancam biduk rumah tanggamu dengan pasangan.

Finansialku mengatakan bahwa jika ingin agar cashflow keluarga semakin sehat, perlu untuk MEMPRIORITASKAN, bukan menyisihkan tabungan,. Pasalnya menyisihkan artinya menyisakan, sementara harusnya tabungan menjadi hal yang utama.

Masih banyak keluarga di Indonesia yang belum mengerti akan pentingnya dan bermanfaatnya perencanaan keuangan keluarga. Berikut ini beberapa alasan mengapa sangat penting untuk mengatur cashflow keluarga:

1. Perencanaan Keuangan Memudahkan dalam Pencapaian Tujuan Keuangan

Masih banyak yang belum sadar, ternyata sangat penting lho mengetahui perencanaan keuangan ketika sudah bekeluarga. Pasalnya ketika perencanaan ke uangan sudah baik, maka segala kebutuhan atau tujuan yang ingin dicapai bisa terealisasikan dengan mudah.

Ketika sudah memiliki perencanaan keuangan yang baik, setiap strategi bisa berjalan dengan baik, terkendali dan sesuai dengan perkiraan. Sudah enggak ada lagi keluhan di tengah bulan dimana kondisi keuangan sudah mulai seret.

2. Perencanaan Keuangan Memungkinkan Analisa Alokasi Pengeluaran

Analisa alokasi pengeluaran adalah salah satu unsur penting untuk membangun cashflow keluarga yang sehat, bahkan terhindar dari utang konsumtif.

Ternyata memiliki penghasilan yang fantasis gak bisa menjamin hidup sejahtera lho. Semua balik lagi kepada bagaimana merencanakan keuangan. Ketika sudah bijak mengatur alokasi pengeluaran, setiap kebutuhan keluarga dijamin akan bisa terpenuhi.

Nah, cara mudah dalam mengalokasikan anggaran pengeluaran adalah dengan skala prioritas. Pisahkan setiap pengeluaran berdasarkan tingkat kepentingannya seperti kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Kamu juga harus tahu dan mengerti betul bagaimana memilah antara kebutuhan dan keinginan. Selain itu, perhatikan juga kebutuhan berdasarkan waktu, entah itu waktu sekarang atau yang akan datang dan dana darurat yang sewaktu-waktu dibutuhkan.

Baca Juga: Mengenal FOMO, Perasaan Takut Ketinggalan Tren yang Bisa Kacaukan Kondisi Keuanganmu!

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas