Natasha Sondakh, salah satu anak bangsa yang menharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Natasha merupakan penulis Indonesia pemenang penghargaan yang karya-karyanya telah diterbitkan di berbagai majalah sastra, serta diakui oleh University of Iowa, Columbia University dan The Alliance for Young Artists & Writers.

Sangat membaganggakan bahwa puisinya “Lantern” ditampilkan di pameran Art.Write.Now di kota New York City. Keahlian Natasha dalam menulis sudah enggak bisa diragukan lagi. Paling terbaru, ia meluncurkan sebuah novel fiksi bertajuk She Smells of Turmeric.

Buku ini bercerita tentang seorang gadis keturunan Indonesia, Cecilia Poetry, sebagai tokoh utama yang hidup di Amerika. Berawal dari kematian sang ayah yang keturunan Indonesia, Cecilia memutuskan pindah ke Jakarta. Keputusan ini didorong oleh keinginan untuk mengenang dan melihat langsung keindahan Indonesia yang selalu diceritakan sang ayah semasa hidupnya. Saat menginjakkan kaki di Indonesia maka dimulailah petualangan Cecilia dalam pencarian nilai-nilai asli Indonesia dan juga jati dirinya.

Natasha Sondakh mengungkapkan bahwa ini adalah karya novel pertamanya. Ia membutuhkan waktu selama 4 bulan untuk menyusun serpihan-serpihan pemikirannya yang ia tulis dalam kertas-kertas kecil lalu mengembangkan ceritanya untuk menjadi sebuah novel.

“Buku fiksi ini terinspirasi dari kehidupan nyata, apakah itu tempat yang pernah saya datangi di Jakarta atau pernah didatangi oleh teman-teman,” kata Natasha saat acara Book Launching "She Smells of Turmeric" pada Rabu (16/6/2021).

Natasha mengatakan hadirnya buku ini sebagai upaya Natasha untuk mendekatkan Indonesia ke dunia sastra Barat.

“Kurangnya representasi dan pengetahuan tentang Indonesia yang berujung banyak dari kita menjadi sasaran mikroagresi, stereotip, dan sikap merendahkan ketika berada di luar negeri. Hal ini karena ketidaktahuan mereka akan kompleksnya kehidupan di Indonesia,” kata dia.

Menggandeng New Degree Press yang beralamat di kota Washington, DC, Amerika, “She Smells of Turmeric” telah terbit perdana di Amerika Serikat dalam Bahasa Inggris pada 30 April 2021 lalu. Setidaknya 450 eksemplar buku telah laku terjual dan buku tersedia pula dalam bentuk digital dan cetak. Untuk pasar Indonesia, “She Smells of Turmeric” telah hadir di beberapa toko buku seperti Kinokuniya dan Books N Beyond.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas