UMKM atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menjadi salah satu sektor usaha yang terkena dampak pandemi Covid-19. Masyarakat pun kini lebih nyaman untuk berbelanja melalui situs online karena dirasa lebih aman dan praktis. 

Hal tersebut menyebabkan para pelaku usaha harus dapat beradaptasi dengan menggunakan platform berjualan secara digital.

Menurut Ekhel Chandra Wijaya, External Communications Senior Lead Tokopedia, salah satu tantangan uang harus dihadapi oleh Tokopedia adalah mendorong akselerasi digital bagi para pelaku UMKM.

"Karena untuk beralih ke digital itu kan tidak gampang. Mulai dari interaksi dengan pelanggan harus dijaga dengan baik, demand pengguna juga bagaimana caranya bisa sampai dengan cepat, dan sebagainya," kata Ekhel dalam acara virtual media briefing Tokopedia, Selasa (22/6/2021).

Namun, sebagai platform berjualan digital, Tokopedia kini mulai digunakan pelaku UMKM untuk berjualan. Salah satunya, Thekla Odelia Caramia, pemilik Tioria by Caramia, mengatakan bahwa ketika awal pandemi, omzet anjlok hingga 75 persen. Ia pun akhirnya merambah ke dunia digital untuk mendorong penjualan.

"Di Tokopedia mulai terlihat kenaikan omzet tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu. Penjualan di Tokopedia mencapai 60 persen dari total," kata Caramia dalam virtual media briefing 'Nyok Kite Lestarikan Budaya Betawi Lewat Karya UMKM Lokal', Selasa (22/6/2021).

Produk yang ditawarkan Caramia, yakni produk tekstil bernuansa betawi, seperti masker, tas, batik, cap water hingga syal. 

Baca Juga: Keren! Kolaborasi Bareng 99Koutlet, Bigo Live Resmi Ekspansi ke E-commerce

Namun, selain bergabung dengan e-commerce, Caramia juga melakukan inovasi dari sisi produk untuk terus mencoba menaikan jumlah penjualan.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas