Nama Sisca Kohl mulai ramai dibicarakan belakangan ini. Ia dikenal sebagai salah satu content creator di TikTok yang kerap menunjukkan kekayaannya bersama sang adik, Alyyah Kohl.

Wanita kelahiran 2002 yang dijuluki crazy rich ini memang memiliki ide-ide unik. Konten kemewahan Sisca bahkan membuat netizen bertanya-tanya tentang sumber kekayaannya. Meski belum diketahui pasti, Sisca diketahui adalah putri seorang pengusaha. Pamannya bahkan disebut sebagai salah satu CEO perusahaan raksasa di dunia, Tencent Holding.

Memiliki rupa menawan, tentu banyak yang tertarik kepada wanita ini. Namun siapa sangka justru kriteria idaman Sisca Kohl tak perlu tajir. Dilihat dari unggahan akun @lambe_turah, Sisca Kohl menjawab pertanyaan salah seorang netizen terkait tipe idamannya. Sisca pun langsung membeberkannya.

"Pertama, takut akan Tuhan. Kedua, seiman. Ketiga, cool," terang Sisca. "Keempat, enggak genit sama cewek-cewek. Kelima, sayang sama aku," katanya.

Kriteria ini tentu tidak muluk-muluk. Namun rupanya banyak netizen yang mengaku minder dengan kekayaan Sisca. Beragam komentar lucu pun bermunculan.

"Berduit nya ketinggalan," tulis @gobl.ay

"Yg mndinya msh pke gayung mundur," kata @bang_cuenk_94

"Ke 6 good looking, ke 7 kekayaannya harus diatas aku, mari kita cabuuuuuutttt," ujar @herditri

Sisca memang terkenal tajir, kontennya di Tiktok sering menampilkan keadaan rumahnya yang besar bak istana. Juga sering memasak dengan bahan makanan puluhan juta rupiah. Namun kontennya kini dinilai semakin aneh, karena Sisca dan adiknya memiliki mesin pembuat eskrim lalu keduanya mencampurkan segala jenis makanan untuk dijadikan eskrim.

Yang paling membuat netizen geram adalah saat Sisca membuat eskrim dari nasi padang, awalnya nasi padangnya diblender lalu disaring kemudian dicampurkan dengan bubuk eskrim setelah jadi ia tambahkan rendang sebagai toping eskrim.

Baca Juga: Enggak Perlu Sekaya Sultan, Ternyata Ini Tipe Pacar Idaman Sisca Kohl! Hmmm....

Kamu mau coba ga beauty eskrim nasi padang?

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas