Father wound merupakan luka masa kecil akibat pengasuhan dari seorang Ayah. Hal ini bisa terjadi ketika adanya rasa kecewa akibat tidak hadirnya sosok ayah selama masa kecil dan membuat anak memiliki kecemasan dan ketakutan pada hidupnya.

Hal ini yang menyebabkan adanya disfungsi psikologis, relasional, dan fisik dikarenakan anak tidak mendapatkan kasih sayang yang seharusnya diperoleh dari ayah. Luka ini bisa berupa:

1. Pengabaian (Neglect) : Ayah yang menganggap anak tidak penting 

2. Ketidakhadiran (Absence) : Ini disebabkan karena perceraian, perpisahan, dan kematian

3. Kekerasan (Abuse) : Kekerasan secara mental, fisik, seksual, dan spiritual

4. Terlalu mengontrol (Control) : Mendominasi atau menindas

5. Menahan (Withholding) : Menahan cinta/restu/afirmasi terhadap anak

Dampak Father Wound pada Anak Laki-laki dan Perempuan

Umumnya, anak perempuan yang mengalami father wound cenderung memiliki rasa takut, depresi, sakit, dan kehilangan yang mungkin dirasakan dalam hubungannya saat ini. Rasa takut dan sakit hati pada perempuan merupakan cara untuk menutupi kemarahan yang belum bisa mereka tangani.

Sementara, bagi anak laki-laki, mereka cenderung lebih banyak meluapkan amarahnya. Laki-laki biasanya enggak mendapatkan banyak simpati atau empati ketika mereka terlihat marah atau menuntun. Tapi, kemarahannya merupakan cara yang digunakan untuk menutupi rasa sakit dan ketakutan yang dirasakan.

Pengaruh Father Wound pada Kehidupan Dewasa Kelak

Menurut Jed Diamond, PhD, LCSW, seorang psikoterapis, mengatakan bahwa ketika seseorang mengalami father wound dan terbawa hingga dewasa, sulit bagi mereka untuk memiliki hubungan dengan orang lain. 

Mereka akan menjadi orang yang sangat menuntut jika tidak mendapatkan cinta yang dibutuhkan atau pantas mereka dapatkan dan kemudian akan mendorong orang tersebut menjauh.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas