Perseteruan Denise Chariesta dan Dewi Persik hingga kini tampak masih terus berlanjut. Bahkan keadaan tampak semakin memanas lantaran belum lama ini akun Instagram perempuan yang akrab disapa Depe itu mendadak hilang.

Sebelumnya, Dewi Perssik dan Denise Chariesta terlihat saling sindir di media sosial, Dewi Perssik juga sempat dikabarkan menyambangi rumah Denise Chariesta.

Belum lama ini, Denise Chariesta turut bereaksi setelah mengetahui Instagram Dewi Perssik menghilang. Unggahan Denise Chariesta baru-baru ini pun jadi sorotan, di unggahan itu, tampak Denise Chariesta menertawakan akun Instagram Dewi Perssik yang menghilang.

Ia bahkan berharap akun Instagram Dewi Perssik tak bisa kembali lagi.

"Duhhh si tante kemana sih....si tante IG nya ilang guys...aku kangen ama tante guys, mari kita doakan semoga IG nya gak balik lagi...sama semoga televisi juga cepat sadar ya," tulis Denise. 

Di akun TikTok miliknya, Dewi Perssik atau Depe menjelaskan kenapa akun Instagram-nya bisa hilang. Diapun menanggapi santai kubu Denise dan fans yang merasa menang atas kejadian ini. Depe menegaskan terkenal sejak belum ada Instagram, sehingga tidak akan mempengaruhi karirnya.

“Hai sayang-sayang aku, sabar ya. Aduh yang lagi ketawa dan menertawakan, sudah santai aja. Dewi Perssik dulu lahir bukan dari sosmed sayang, belum ada IG. Jadi enggak perlu khawatir,” jelasnya Dewi Perssik.

Kemudian, Depe merinci penyebab akunnya lenyap. Ternyata, dirinya telah mendapat teguran lebih dulu dari Instagram.

“Kemarin itu memang ada teguran Instgaram. Aku merepost orang-orang yang membela aku, banyak banget tu, mereka semua menghina si cadel. Kalau aku enggak repost kan kasihan,” sebutnya.

Denise Chariesta dalam feed Instagramnya menuliskan kalau dirinya adalah pemenang, dia pun banyak mengucapkan terima kasih kepada netizen.

Baca Juga: Pamer Foto Seksi Bareng Denise Chariesta, Dinar Candy Disindir Keras Nikita Mirzani: So Cheap Dinar!

"Gue denise chariesta artisnya artis pemenangnya !!!" tulis Denise Cadel.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas