Beberapa saat yang lalu, banyak orang heboh ketika Krisdayanti dikabarkan melakukan perawatan suntik DNA salmon seharga Rp1 Miliar. Benarkah treatment ini berasal dari sperma ikan salmon? Apa memang harganya sangat mahal? Benarkah DNA salmon efektif untuk anti aging?

Berikut penjelasan Dr. dr. Yulia Siskawati, Sp.KK dari ZAP Premiere yang dapat membantumu keputusanmu untuk mencoba tren kecantikan terbaru dari Korea ini.

Salah satu hal yang membuat DNA ikan salmon dikembangkan sebagai perawatan kecantikan termutakhir adalah karena kemiripannya dengan DNA manusia. Perawatan yang lebih tepat disebut dengan Rejuran Healer ini menggunakan ekstrak DNA yang diambil dari sel benih ikan salmon.

Terdapat proses pemurnian ketat yang dilalui untuk menghilangkan antigen, protein, dan kandungan lain sehingga polynucleotides (PN) bisa didapatkan.

“Kandungan polynucleotides secara alami terbentuk pada jaringan baru yang berperan sebagai pelindung dan penyembuh atas kerusakan yang dialami kulit. Sebelumnya, molekul ini telah dikembangkan untuk mengatasi masalah pigmentasi, kerontokan rambut hingga pencangkokan kulit. Dapat dikatakan kalau polynucleotides ini adalah aktivator penyembuhan kulit yang ampuh,” kata dr. Yulia saat Virtual Media Meet Up, Kamis (24/6/2021).

Rejuran Healer dikembangkan oleh perusahaan farmasi asal Korea Selatan dan telah mengantongi izin BPOM setempat. Treatment ini teruji sangat aman karena tak memicu respon imun. Belakangan treatment ini juga semakin ramai diperbincangkan di Indonesia.

Walaupun Rejuran Healer dan filler merupakan alternatif perawatan non-invasif yang dilakukan secara injeksi, keduanya memiliki perbedaan. Pertama, bahan utama filler biasanya didominasi dengan asam hialuronat atau hyaluronic acid. Pada Rejuran Healer mengandung polynucleotides yang memberikan efek regenerasi yang sangat baik sehingga dapat menawarkan kelebihan yaitu fokus meningkatkan hidrasi kulit dan memperbaiki sel kulit yang rusak.

Baca Juga: Kenang Masa Lalu, Krisdayanti Ngaku Pernah Gagal Dugem saat di Las Vegas Gegara Ulah Aurel dan Azriel

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas