Masih sering tampil mesra, Maia Estianty rela menjemput Irwan Mussry yang sedang berada di Bali. Tak tanggung-tanggung, Maia Estianty bahkan menggunakan private jet dari Jakarta ke Bali demi bertemu dengan Irwan Mussry.

Maia membagikan pengalaman pertamanya terbang dengan jet pribadi tanpa ditemani siapa pun, termasuk keluarga, hal ini ia abadikan dan diunggah ke youtube channel Maia AlElDul, Kamis (24/6/2021).

"Baru pertama kali, pengalaman gue. Semuanya sendiri, kecuali pak pilot dan mbak pramugari dan belakang sepi juga, enggak ada orang," ucapnya sambil menunjukkan suasana jet pribadi yang penumpangnya hanya dirinya sendiri.

Maia kemudian menjelaskan fasilitas apa saja yang bisa dinikmati saat terbang dengan jet pribadi. Salah satunya dapat mengajukan menu makanan sebelum waktu penerbangan. "Jadi, kalau naik pesawat pribadi itu kita bisa request makanan sendiri, mereka akan nanya mau request makanan apa, besok sebelum terbang. Jadi pilihan kita sendiri, enaknya itu," ucap ibu tiga putra ini.

Maia Estianty mewawancarai pramugari senior yang menemaninya dalam perjalanan di private jet tersebut, Maia kemudian bertanya biaya sewa private jet yang dinaikinya ini berapa per jamnya.

"Gue lagi mau kepo ke mbak Heni nih, senior pramugari yang jam terbangnya luar biasa, kira-kira sejam kalau pakai pesawat (private jet) ini kalau sewa, per jamnya berapa ya?" tanya Maia Estianty.

Heni sang pramugari menjawab dengan santai, "8.000 USD aja,"

Harga sewa jet pribadi per jam yang mencapai 8.000 dollar Amerika Serikat itu setara dengan Rp 115 juta. Harga sewa itu juga bisa berubah sesuai tipe pesawat dan belum termasuk jasa katering dan fasilitas lainnya.

"Itu belum sama katering, ground handling, belum inklusif, jadi plus-plus," jelas sang pramugari.

Baca Juga: Wadidaw, Maia Estianty Terang-terangkan Ungkap Bagian Tubuh Irwan Mussry yang Suka Dicium, Apa Tuh?

 "Jadi, guys gimana masih mau naik private jet. Kalau gue, untung bukan gue yang bayar," timpal Maia sambil tertawa.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas