Ilustrasi bayi dipijat (FirstCry Parenting/Edited by HerStory)
Masalah anak kurang gizi pasti menjadi hal yang paling membuat orang tua khawatir. Salah satu kondisi kurang gizi yang kerap terjadi di Asia adalah kwashiorkor, di mana anak kekurangan asupan protein. Jika tidak segera ditangani dengan baik, maka kwashiorkor dapat berdampak buruk pada tumbuh kembang anak. Mengutip motherandbaby, kwashiorkor bahkan bisa mengancam nyawa anak jika tidak segera ditangani, karena dapat menyebabkan gagal organ dan kematian.
Berbicara soal kurang gizi, cara utama mendiagnosisnya adalah dengan melihat apakah catatan kesehatan anak sesuai dengan grafik pertumbuhan. Jika kemajuan anak sesuai dengan parameter yang diharapkan untuk tinggi dan usia mereka, artinya tidak ada masalah ya, Moms.
Sedangkan untuk masalah rambut jagung sendiri, memang bisa menjadi tanda anak kekurangan gizi. Tapi jika disertai dengan gejala lain ya,
Dilansir dari Haibunda menurut dr. Dedi Wilson, Sp. A (K), salah satu tanda anak kurang gizi memang bisa dilihat dari kondisi rambut. Tapi harus dilihat lagi apakah rambut jagung disertai kondisi rusak atau pecah-pecah.
"Enggak (belum tentu rambut jagung itu kurang gizi). Ada manifestasi yang lain, kan rambut itu fungsinya sama seperti kulit. Kulit bisa kering, pecah-pecah, baru disusul dengan rambut kelihatan tidak bersinar, dan ujungnya pecah-pecah. Itu bisa terjadi karena kekurangan mikronutrien, yakni vitamin B," kata Dokter Dedi, Jumat (25/6/21).
Pada anak 0-12 bulan, menurutnya masih wajar jika rambut terlihat tipis. Pada dasarnya, rambut bayi baru lahir tau biasa disebut lanugo umumnya memang akan rontok. Setelah berusia setahun lebih, barulah tumbuh rambut kasar sampai anak dewasa.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.