Demi menambah nilai penampilan, setiap wanita pasti akan selalu mengusahakan dirinya merawat dan menggunakan skincare juga Make Up. Kemunculan beragam macam marketplace di internet semakin memudahkan wanita untuk berbelanja termasuk kosmetik dan skincare dengan harga yang lebih murah daripada toko resmi. 

Demikian pula pemalsuan terhadap suatu produk terus berlangsung hingga saat ini. Kemudahan ini juga dimanfaatkan oleh oknum nakal untuk menjalankan bisnisnya. Walaupun sudah banyak pelaku yang ditangkap tidak membuat sisanya merasa jera dan takut. 

Melansir dari berbagai sumber pada Kamis 01/07/2021, menggunakan produk kecantikan dapat menimbulkan dampak yang serius. 

"Efek kosmetik palsu itu beragam mulai dari yang tidak memiliki efektivitas hingga dapat menyebabkan kanker kulit," ujar Anthony Handoko selaku Dokter spesialis kulit dan kelamin melalui CNNIndonesia.com.

Walaupun tidak semua penjual yang bukan dari toko resmi menjual produk palsu, ada baiknya sebelum membeli suatu produk kita harus secara seksama memeriksa penilaian toko terlebih dulu mulai dari bintang 1 sampai 5. Jangan mudah terbuai dengan penilaian bintang 5 yang sudah banyak ya, beauty.

Perlu diingat juga toko yang sudah menjual ribuan produk dan penilaian yang memuaskan belum tentu memberikan produk original. Untuk menyiasatinya, beauty bisa dengan membeli satu produk terlebih dulu untuk menguji kualitas dan orisinil produk yang dijual.

Beauty juga jangan lupa untuk membandingkan harga produk dengan harga yang dijual oleh toko resmi. Jangan mudah terlena hanya karena harganya murah bahkan sampai 45%.

Baca Juga: Bisa Jadi Biang Masalah Wajah, Begini Cara Membersihkan Kuas Make Up yang Benar!

Selain itu, beauty juga bisa melakukan riset terlebih dulu dengan menonton video dari para beautyvlogger ketika berbelanja produk kecantikan. Seperti yang kita tahu, haul atau berbelanja dalam jumlah banyak juga sedang diminati oleh banyak kalangan.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas