Sejarah baru dicetak oleh Erika Retnowati sebagai Kepala BPH Migas perempuan pertama. Dari 18 calon Komite BPH Migas yang telah diajukan oleh Presiden, Erika ditetapkan menjadi Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) periode 2021-2025 oleh Komisi VII DPR RI.

Penetapan tersebut disampaikan oleh Eddy Soeparno, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI. Dengan bangga, Eddy mengumumkan bahwa Erika Retnowati sebagai perempuan pertama yang memimpin BPH Migas.

"Uji Kepatutan dan Kelayakan atau Fit and Proper Test untuk Calon Kepala dan Anggota Komite BPH Migas telah rampung dan sudah ada nama-nama komite BPH Migas yang baru dengan Kepala BPH Migas terpilih yakni Ibu Erika Retnowati. Sekaligus, sebagai sejarah baru karena untuk pertama kalinya BPH Migas dipimpin oleh sosok perempuan. Kita membuat sejarah dengan memilih Kepala BPH Migas perempuan pertama," kata Eddy belum lama ini.

Sebelum menjadi pemimpin di BPH Migas, wanita asal Mataram ini menjabat sebagai Kepala Biro Keuangan Kementerian ESDM sejak tahun 2015. Pada tahun 1992 hingga 2001 juga bekerja sebagai akuntan Deputi Pegawai Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian di BPKP.

Wanita 57 tahun itu juga merupakan lulusan dari Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN). Ia melanjutkan pendidikan S-2 Magister di Fisip Universitas Indonesia, Kekhususan Administrasi dan Kebijakan Perpajakan.

Selain Erika Retnowati, ada juga delapan anggota BPH Migas yang baru ditujuk oleh DPR RI, antara lain:

Kepala BPH Migas: Erika Retnowati

Anggota Komite: Abdul Halim

Anggota Komite: Basuki Trikora Putra

Anggota Komite: Eman Salman Arief

Anggota Komite: Harya Adityawarman

Anggota Komite: Iwan Parsetya Adhi

Anggota Komite: Saleh Abdurrahman

Anggota Komite: Wahyudi Anas

Anggota Komite: Yapit Sapta Putra

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas