Kebanyakan anak memiliki keterikatan yang erat terhadap benda yang sering digunakannya sehari-hari sehingga enggan untuk melepaskannya dan sulit untuk berpisah darinya.

Anak umumnya memiliki keterikatan yang erat terhadap benda-benda seperti boneka, selimut, hingga bntal. Saking besarnya ketergantungan anak terhadap benda-benda tersebut, membuat anak sulit tidur tanpa benda kesayangannya.

Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa keterikatan yang sangat besar terhadap suatu benda adalah hal yang buruk. Namun, menurut Donald Winnicott, pada tahun 1953, ia melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa benda kesayangan bisa menimbulkan rasa aman dan nyaman bagi si Kecil.

Benda-benda kesayangan anaka pun disebut sebagai objek transisional dan dianggap sangat wajar karena merupakan bagian dari perkembangan normal pada anak.

Benda kesayangan anak disebut sebagai objek transisional karena keberadaannya seolah-olah hadir untuk menjembatani antara lingkungan baru dan sosok kesayangan anak, yakni orang tua. Benda tersebut dapat mengurangi kecemasan pada saat anak terpisah sementara waktu dengan sosok kesayangan mereka. Misalnya, saat anak dilatih untuk tidur sendiri di kamar yang terpisah dari ayah dan ibunya.

Dengan ditemani oleh benda kesayangannya, anak pun diharapkan bisa lebih tenang.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas