Orang tua perlu menyadari bahwa lingkungan membawa pengaruh yang kurang baik terhadap psikologis anak. Dampak yang paling sering ditemui adalah anak-anak sering berbohong ke orang tua.

Perilaku tak jujur dari kecil sudah saatnya untuk dihentikan, salah satunya dengan pola pengajaran orang tua yang tepat. Untuk membantu para moms, dibawah ini terdapat 3 cara yang bisa membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang jujur seperti dilansir dari Bolde. Apa saja ya?

1. Ajarkan Prinsip Kejujuran

Seperti pepatah kuno, 'kejujuran adalah kebijakan terbaik' juga memiliki relevansi di zaman sekarang. Jadikan itu aturan keluarga dan minta semua orang untuk mempraktikkannya.

Seorang anak meniru orang yang lebih tua dan menyerap apa yang dilihatnya. Mempraktikkan kejujuran pada diri sendiri akan membuatnya menghargai pentingnya bersikap jujur.

2. Berikan Contoh

Mengajar melalui contoh dan cerita adalah cara terbaik untuk menyampaikan pesan orang tua. Jika orang tua melihat anak sering berbohong maka yang terbaik adalah menghentikan kebiasaan itu.

Setelah beranjak dewasa, anak-anak biasanya membawa kebiasaan masa kecilnya yang bisa menjadi masalah bagi dirinya di kemudian hari lho. Waspada ya moms!

3. Berikan Peringatan

Bicaralah dengan anak tentang apa yang mungkin terjadi jika dia berbohong tentang sesuatu. Itu bukan hanya dapat memberi label mereka sebagai orang yang enggak jujur, tetapi juga akan mencegah orang lain mempercayainya di masa depan.

Baca Juga: Ajarkan 4 Cara Ini pada Anak Ya Moms, Efektif untuk Tumbuhkan Rasa Percaya Dirinya Lho!

Orang tua juga bisa memasang sistem peringatan yang akan mencegahnya mengambil jalan ketidakjujuran. Hindari memarahi dan berteriak, karena dapat memperburuk masalah.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di GenPI

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.