Kesetiaan pasangan, pasti diharapkan semua orang yang mengikat janji setia atau menikah. Namun, jika yang terjadi sebaliknya, pasti akan membuat sedih bahkan meremukkan perasaan.

Kamu pasti enggak mau dong memiliki suami yang berpotensi untuk selingkuh. Apalagi sering kali, pria selingkuh dengan orang yang sudah mereka kenal, atau memiliki hubungan dengannya. Berikut lima tipe pria yang berpotensi selingkuh, dirangkum dari psychologytoday:

1. Gandrungi media sosial (medsos)

Menurut penelitian dari Cyberpsychology, Behavior and Social Networking, makin sering seseorang menggunakan medsos, maka kian sering pula mengalami konflik hubungan. Puncaknya, bisa terjadi perselingkuhan, yang berujung perpisahan atau perceraian. Jika kamu mengamati bahwa suami sering menggunakan media sosial, waspada ya moms!

2. Pria yang usianya berakhir pada angka 9

Para peneliti yang menganalisis data dari Ashley Madison, situs kencan untuk orang dewasa yang mencari teman kencan di luar nikah, menemukan jika persentase pria yang lebih tinggi di situs tersebut dilaporkan berusia 29, 39, 49, atau 59.  Dengan kata lain, usia dengan buntut “9” meruapakan masa-masa rentan berpotensi selingkuh. Perhatikan suamimu moms!

3. Pernah selingkuh

Pernah berselingkuh dan dimaafkan oleh istri. Namun, menurut penelitian dari University of South Alabama, baik pria maupun wanita yang pernah selingkuh lebih cenderung tak setia dalam satu hubungan dibandingkan yang lain.

4. Kelewat lincah

Awalnya hanya karena kelewat lincah dan sering berlaku mesra tanpa ada maksud apa-apa. Namun, hal itu bisa saja berubah menjadi perselingkuhan lho. Jika suamimu mengalami perubahan pada gerak geriknya, bisa jadi pertanda ia sedang mendua!

5. Kaya

Baca Juga: Istri Eks Pramugara Lion Air Ternyata Sudah Pergoki Suami Selingkuh 3 Kali! Miris, Selingkuhnya di Rumah Istri Sah

Makin kaya seorang pria, maka dia akan menjadi punya nilai lebih. Terutama di kalangan wanita. Berbekal kekuasaan dan uang, pria dapat menjadi fasih dalam bahasa perselingkuhan. Hal yang mengejutkan, wanita pas-pasan biasanya menjadi sosok pelakornya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas