Menyaksikan bayi tertidur adalah salah satu momen terbaik menjadi orang tua. Terkadang tanpa sadar bayi akan tersenyum dalam tidurnya. Ketika ini terjadi, tentu para orang tua merasa gemas dan juga heran mengapa si kecil tersenyum saat tidur.

Ternyata senyum ketika tidur menjadi sesuatu yang mengungkapkan tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi lho. Dilansir dari laman Verywell Health (13/7/2021) berikut ini beberapa penyebab bayi tersenyum saat tidur:

Senyum Refleks

Jenis senyum ini biasanya singkat dan dapat terjadi tanpa alasan yang jelas. Moms mungkin memperhatikan bahwa bayi mulai tersenyum saat tidur pada usia sekitar 3 bulan. Namun, pada kenyataannya si kecil sudah tersenyum sambil menendang ketika masih di perut ibu lho.

Penelitian telah menunjukkan bahwa janin mampu tersenyum pada usia kehamilan sekitar 33 minggu. Jenis senyuman ini sering digambarkan sebagai tindakan refleks, seperti menendang atau mengisap ibu jari di dalam rahim. Tersenyum dapat terjadi tanpa reaksi dan biasanya enggak memerlukan rangsangan visual untuk terjadi.

Gas

Alasan potensial lain untuk tersenyum bisa jadi karena bayi mungkin mengalami kembung. Bayi telah digambarkan tersenyum saat mengeluarkan gas atau tinja.

Proses Mengembangkan Emosi

Senyum bayi saat tidur bisa menandakan perkembangan emosinya. Senyum pada bayi diketahui merupakan responsnya terhadap hal-hal yang ia lihat. Bayi yang baru lahir juga tersenyum sebagai respons terhadap rasa dan aroma manis.

Baca Juga: Gak Cuma Dialami saat Dewasa, Ketombe Juga Bisa Menyerang Bayi Lho! Ini 4 Cara Menghilangkannya

Diperkirakan bahwa saat tidur, otak mereka yang sedang berkembang merekam semua pengalaman sehari-hari yang mungkin diproses saat mereka tidur. Emosi bahagia yang dirasakan saat menyerap pengalaman baru ini dapat ditunjukkan melalui senyum atau tawa dalam tidur mereka. Oleh karena itu, tersenyum atau tertawa saat tidur dianggap sebagai bagian dari proses pengembangan emosi manusia.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas