Keharmonisan pasangan suami istri rupanya bisa diwujudkan dengan cara-cara sederhana, misalnya dengan mandi bersama. Meskipun terkesan aneh dan tak biasa, rupanya kebiasaan ini justru bisa merekatkan hubungan.

Tradisi ini pun juga telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW terhadap istri-istrinya. Dengan kata lain Islam pun juga menganggap hal ini adalah sebuah bentuk kewajaran.

Sebagaimana diriwayatkan Hadist Riwayat. Bukhari no. 316, Muslim no. 321. ‘Aisyah berkata, “Aku dan Rasûlullâh ? mandi bersama dalam suatu wadah yang sama sedangkan kami berdua dalam keadaan junub.”

Dilansir dari laman sindikasi GenPI (13/7/2021) mandi bersama bisa menimbulkan rasa kasih sayang dan bermain-main bersama istri. Sebagaimana hadits Nabi ? dan ‘Aisyah saling berebut air ketika mandi bersama. (HR. Muslim I/257 no 321) Imam Muslim Rahimahullahu Ta’ala menyampaikan sebuah riwayat agung dari Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq.

“Aku mandi bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dari satu bejana. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam mendahuluiku sampai aku berkata, ‘Tinggalkan untukku. Tinggalkan untukku.’”

Dalam kelanjutan riwayat yang dikutip oleh Salim A Fillah dalam Bahagianya Merayakan Cinta ini disebutkan, “Waktu itu, keduanya berjanabat (mandi wajib).”

Bukan sekali ini Rasulullah SAW diriwayatkan mandi bareng istrinya. Dalam riwayat lain oleh Imam Abdurrazaq dan Ibnu Abi Syaibah Rahimahumallahu Ta’ala, dikisahkan dari Ummul Mukminin Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Aku biasa mandi bersama dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dari satu bejana. Kami terbiasa memasukkan tangan kami bersama-sama ke dalam satu bejana.”

Baca Juga: Biar Makin Mesra dan Gak Cepat Bosan, Yuk Intip 3 Tips Berhubungan Intim dengan Si Dia!

Rasullulah yang mulia telah memberi contoh terbaik. Mandi berdua, saling rebut air dan alat mandi, hingga terbit senyum dan tawa renyah dari keduanya. Inilah sunnah yang tak hanya bisa menautkan hati dan membuat cinta di antara pasangan saling bertambah, tapi juga dijanjikan pahala yang agung di dunia dan akhirat.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di GenPI

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.