Menyambut tahun ajaran baru, Kok Bisa, didukung oleh YouTube Learning, LIPI, Kementerian Kesehatan RI, Kemendikbud RI, serta didukung oleh berbagai organisasi lainnya, mengawali tahun kedua Akademi Edukreator.

Inisiatif ini dilakukan dengan format baru, materi yang terfokus, dan kerja sama yang strategis dengan beragam instansi pendidikan untuk memperluas jangkauan program.

Akademi Edukreator ini digelar untuk menginspirasi dan melatih pembuat konten, guru, dan profesional di Indonesia. Dengan memberikan pesertanya pengetahuan dan praktik, program ini bertujuan untuk menciptakan konten video edukasi berkualitas tinggi secara gratis.

"Kami melihat bahwa kunci agar terciptanya materi belajar dukungan online yang lebih banyak dan beragam adalah melatih dan mengembangkan lebih banyak edukreator berkualitas," kata Gerald Sebastian, Co-Founder dan Business Director, Kok Bisa pada konferensi pers virtual, Rabu (14/7/2021).

Dalam acara pembukaan Akademi Edukreator 2021, Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, menekankan bahwa guru adalah kunci utama untuk mengubah sistem pendidikan di Indonesia.

Dalam acara tersebut, Nadiem Makarim juga memberikan pesan untuk guru di Indonesia. 

"Untuk guru, pesan saya cuma satu. Kalau anda selalu menomorsatukan murid dan apa yang murid butuh, tidak ada yang salah. Gunakan ini sebagai prinsip dasar dalam melakukan semua hal," ujar Nadiem Makarim.

Baca Juga: Putri Franka Makarim Asyik Belajar Sambil Bermain Bareng Mas Menteri, Apa Sih Manfaatnya?

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas