Penambahan angka kasus Covid-19 di Indonesia yang terus bertambah. Hal ini mendorong PT. Paragon Technology and Innovation (PTI) melalui Wardah dengan kampanye #LangkahBaikmuBerarti berkomitmen untuk terus berkontribusi dan secara berkala meninjau program penanganan dan penanggulangan pandemi Covid-19 berdasarkan prioritas dan kebutuhan masyarakat. 

Salah satu upaya yang dilakukan perusahaan adalah melalui penyaluran dana kepada beberapa pihak seperti rumah sakit, pemerintah daerah, dan organisasi sosial. 

Melalui Wardah sebagai brand kosmetik nomor 1 di Indonesia yang mengedepankan nilai kebermanfaatan, telah menyalurkan donasi sebesar 64,2 miliar untuk penanggulangan Covid-19. Donasi tersebut untuk membantu pemenuhan segala alat kesehatan untuk RSUP Persahabatan dan RSPI Sulianto Saroso, distribusi 1.000 tabung oksigen melalui kerja sama dengan WeCare.id, serta membantu shelter Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI).

Secara berkelanjutan, sejatinya sejak awal pandemi ini Wardah sudah berperan aktif dalam upaya penanggulangan Covid-19 di Indonesia. Hingga saat ini, Wardah sudah menyalurkan ke 130 rumah sakit dan lebih dari 25 organisasi di Indonesia. Tak hanya bantuan bagi tenaga medis, Wardah juga turut membantu masyarakat yang terdampak dengan memberikan bantuan berupa makanan dan sembako. 

CEO PTI Salman Subakat mengatakan pada konferensi pers yang berlangsung pada (15/7/2021) bahwa, pandemi Covid-19 merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama, maka dari itu masyarakat harus #SalingJagaUntukIndonesia agar negeri ini kembali pulih.

Baca Juga: Masyarakat Harus Bersiap untuk Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bagaimana Caranya Ya?

"Melalui kampanye #LangkahBaikmuBerarti, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran dan berkontribusi dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Indonesia. Hingga saat ini, kami telah menyalurkan berbagai bantuan berupa alat kesehatan dan kebutuhan layanan kesehatan lainnya. Kedepannya, kami akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai instansi dan tidak lupa memberikan support terhadap para tenaga kesehatan yang telah bekerja keras tanpa lelah melawan pandemi ini," jelasnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas