Nama dr. Lois Owien belakangan ini masih ramai diperbincangan publik. Pasalnya, dokter yang sudah nggak aktif lagi sejak 2017 itu membuat berbagai pernyataan yang kontroversi di media sosial, salah satunya tentang covid-19.

Ia menyebut kalau virus mematikan itu hanyalah ilusi belaka, bahkan menyebut kematian banyak orang di Indonesia bukan karena Covid-19, melainkan karena interaksi obat.

Nggak hanya itu, dr. Lois Owien ini juga sempat menganjurkan masyarakat untuk meminum vitamin c tiap jam sebanyak satu gram. Hal itu diketahui dari YouTube Deddy Corbuzier yang dikutip HerStory pada Jumat, (16/7/2021).

Pernyataan dr. Lois itu pun langsung dibantah oleh dokter-dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI), salah satunya dr. Tirta. 

Ia menegaskan bahwa vitamin C sangat berbahaya jika dikonsumsi berlebihan dalam sehari. Mengonsumsi vitamin C mampu menimbulkan reaksi buruk pada tubuh manusia, terutama pada ginjal dan pencernaan.

Itu sebabnya, dr. Tirta dan dokter lainnya menghentikan pernyataan dr. Lois lantaran ditakutkan akan ada banyak orang yang terpengaruh.

"Yang membuat banyak dokter jengkel adalah, dia (read: dr. Lois) mengatakan dua hal, Paracetamol obat racun, dan dia bilang minum vitamin c tiap jam 1 gram," ujar dr. Tirta.

"Kita langsung bantah pernyataan tersebut, karena ada orang ngikutin," imbuhnya.

dr. Tirta sendiri mengakui jika sudah ada sejumlah korban dari anjuran dr. Lois soal dosis vitamin C tersebut. Ada anggota keluarga yang harus dilarikan ke IGD lantaran mengikuti anjuran dr. Lois untuk meminum vitamin C 1 gram per jam.

"Di Twitter ada yang curhat 'nenek Saya ngikutin anjuran di WA minum vitamin c 3 gram 3 jam, masuk IGD' itu lambungnya kena langsung mual dan muntah," ujar dr. Tirta.

"Sedangkan Paracetamol itu generasinya hijau, setiap orang bisa beli," sambungnya.

Baca Juga: Gagal di Penjara, dr. Lois Owien Resmi Dibebaskan oleh Polri! Ini Alasannya...

Untuk itu, dr. Tirta berharap nggak ada lagi kabar simpang siur yang beredar di masyarakat terkait Covid-19.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas