"Rapihin enggak bekas mainannya? Kalau enggak, mama gak bakal beliin mainan lagi." Moms pasti pernah mengeluarkan kalimat seperti ini ketika melihat anak susah nurut, meskipun Moms tidak benar-benar marah. 

Meskipun sejatinya pola pengasuhan ini enggak ideal, sebagian orang tua menganggap dengan cara ini anak dapat cepat mengerti dan menjadi disiplin. 

Tapi perlu Moms pahami, sejatinya bentuk ancaman tidak akan bersifat permanen melainkan hanya sementara. Terlebih jika Moms hanya sekedar 'Omong Doang' enggak melakukan apa yang sudah dikatakan saat mengancam anak. Akibatnya, anak akan menyepelekan atau menggampangkan setiap ucapan Moms karena orang tuanya yang enggak konsisten dengan ucapannya. 

Anak Menjadi Tidak Hormat

Mengutip dari unggahan media sosial Samanta Elsener (16/7/2021), "Bahayanya jika ini terus dilakukan anak tidak memiliki rasa hormat ke orang tua dan hilangnya rasa percaya pada orang tua, serta orang tua semakin sulit menasehati anak," tulis Samanta. 

Hal ini juga bisa membuat anak menjadi kurang bertanggung jawab karena segala sesuatu harus diberikan ancaman terus menerus bahkan menaik tingkatannya setiap anak tidak mau menurut.

Jika Moms ingin mengancam anak sebagai langkah andalan yang efektif agar anak menjadi lebih menurut dan terkendali, sebaiknya Moms merenungkan beberapa hal dibawah ini terlebih dulu. 

  • Apakah akan bertahan lama? 
  • Apakah benar bisa membuat anak lebih terkendali dan perilaku anak menjadi lebih nurut?
  • Apa benar Moms berani mengeksekusi omongan ancaman tersebut?
  • Apa Moms sudah siap dengan konsekuensinya?

Hal yang Bisa Dilakukan Orang Tua Agar Anak Mau Menurut

Samanta juga memberikan tips agar anak mau menurut dengan cara memberitahu konsekuensi dan kesepakatan bersama. 

Atau Moms bisa mengikuti 3 langkah berikut ini seperti dilansir kumparan.com (16/7/2021). 

1. Memberikan Pilihan yang Mudah Dipahami

Misal, "Yuk dimakan sayurnya, kalau enggak dimakan nanti badan kamu gampang sakit terus jadi enggak bisa main. Boleh deh enggak usah dimakan, tapi nanti enggak bisa main gara-gara badan kamunya sakit?"

2. Berikan Anak Batasan yang Tegas

Agar anak bisa disiplin dan mandiri, Moms tetap bisa mengajarinya tanpa perlu mengancam asalkan memberikan batasan yang tegas. Seperti, "Mama mau ke rumah eyang jam 9. Kalau besok pagi kamu belum bangun, jangan salahin mama kalau nanti ditinggal, ya."

3. Menerapkan Aturan yang Jelas

Moms bisa memberikan peraturan beserta konsekuensinya jika ia tak memenuhi mengenai tugas dan kewajibannya menggunakan bahasa yang mudah dipahami. 

Baca Juga: 4 Penyakit Langka Ini Dapat Mengintai Bayi yang Baru Lahir, Moms Harus Waspada Nih!

Pastikan selalu menggunakan bahasa dan nada yang lembut ya, Moms. Sebab anak-anak masih membutuhkan pendamping untuk mengatur dan mengenali emosi mereka. Selamat mencoba!

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas