Meningkatnya kasus positif dari pandemi Covid-19 serta situasi work from home membuat adanya pandemic fatigue serta isu kesehatan mental kini mulai banyak diperhatikan.

Kelelahan yang diarasakan pun akan berujung pada kesehatan mental. Hal ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, seperti adanya jarak sosial dan isolasi, ketidakstabilan keuangan, tingginya hoaks dan informasi negatif di media, serta burnout dari siklus work-from-home yang tidak berakhir.

Menurut Inez Kristansi, seorang psikologis klinis, mengatakan bahwa terganggunya kesehatan mental dapat memengaruhi hubungan dengan pasangan, yakni dalam konteks rumah tangga.

"Bekerja dari rumah telah mengaburkan garis waktu kita untuk beristirahat dan kembali bekerja. Sangat penting untuk bisa mengalokasikan waktu yang cukup bagi diri kita sendiri untuk beristirahat dan recharge. Terutama untuk pasangan, yang mungkin tinggal bersama tetapi mereka sibuk dengan aktivitas masing-masing. Waktu beristirahat juga bisa menjadi alternatif bagi pasangan untuk melakukan aktivitas yang berbeda dari biasanya," ucap Inez dalam acara Diskusi Virtual Durex #BreakTime pada Jumat (16/7/2021).

Ia mengatakan jika hubungan dengan pasangan terganggu, bukan tidak mungkin dapat mengubah perilaku pribadi. 

Karena itu, penting menjaga kesehatan mental diri sendiri dan juga orang terkasih.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas