Pandemi Covid-19 di Indonesia belum berakhir. Jumlah kasus terpapar virus corona terus bertambah setiap harinya. Hal inilah yang membuat masyarakat khawatir sampai stres melihat berbagai macam pemberitaan soal Covid-19.

Menurut Psikolog Ellyana Dwi Farisandy, pemberitaan terkait Covid-19 perlu dibatasi karena masyarakat mudah stres saat membaca informasi soal pandemi.

Selain itu, saat membaca banyaknya informasi soal Covid-19, masyarakat bisa semakin cemas dan dapat menyebabkan seseorang berpikir berlebihan.

"Kita perlu membatasi ketika kita merasa terlalu kewalahan, tapi ketika kita membacanya, pastikan untuk mencari informasi dari sumber yang terpercaya," kata Ellyana Dwi Farisandy, dikutip dari laman sindikasi Suara.com (19/7/2021).

Lebih lanjut, ia juga mengatakan kalau seseorang terlalu banyak menerima berita soal Covid-19, maka dapat mengalami psikosomatik yang bisa memengaruhi pikirannya.

"Ketika stres dan cemas, individu bisa mengalami pusing, demam, sakit kepala, diare, mual, muntah, dan sebagainya. Setiap orang tentu memiliki respons yang berbeda dan itu normal," jelasnya.

Baca Juga: Video Skandal Zara dan Okin Tersebar, Psikolog Ungkap Alasan ABG Menyukai Pria Lebih Tua

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas
Lihat Sumber Artikel di Suara.com Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.