Anisa Bahar baru-baru ini mendapatkan berbagai caci dan makian dari netizen terutama penggemar pasangan sejoli Lesti Kejora dan Rizky Billar.

Hal itu pun masih ia rasakan bahkan sampai detik ini. Ia terlihat sangat geram saat membaca komentar-komentar jahat lantaran disebut menyinyir Lesti dan Billar.

Ia merasa tak adil dengan apa yang ia lakukan kemarin. Anisa Bahar mengaku sama sekali tak menyindir Lesti Kejora, namun malah mendapat beribu-ribu hujatan.

"Uh katanya ya banyak tuh. Lihat saja sendiri di komen-komen itu. Sampai 'Anisa dikasih sembako saja biar diam' maksudnya? Separah itukah saya?" ujar Anisa Bahar saat ditemui di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur, dikutip dari detikHOT, Senin (19/7/2021).

Nggak hanya itu, Anisa Bahar juga kerap mendapat kata-kata kasar, bahkan pekerjaannya pun ikut terseret. Ia disebut mencari sensasi lantaran sepi pekerjaan.

Lantaran nggak tahan terus-terusan dituding mencibir Lesti dan Rizky Billar, Anisa pun memberi pesan menohok, begini katanya.

"Pokoknya kata-kata yang nggak pantas 'karena sepi job jadi cari sensasi'!. Kalau masalah sepi job sih bukan cuma saya, semua pun merasakan karena pandemi ini," tegas Anisa Bahar.

"Berlebihan banget!," tambahnya.

Sebelumnya, berawal dari Anisa Bahar yang mengomentari momen Lesti Kejora memberikan hadiah motor mahal untuk calon suaminya, Rizky Billar.

Dalam komentar, Anisa Bahar mengaku sama sekali nggak bermaksud menyindir Lesti Kejora, melainkan mengucapkan selamat kepada pasangan tersebut.

"Sebenarnya aku ngucapin selamat, karena Dede Lesti kasih kado Rp 500 juta," ujar Anisa Bahar.

Sang biduan juga mengaku menambahkan ucapan langgeng untuk hubungan Lesti Kejora dan Rizky Billar dalam komentarnya itu.

Baca Juga: Ramai soal Kabar Lesti Kejora dan Rizky Billar Diam-diam Sudah Nikah Siri, Manajer Bilang Begini!

"Kalau aku mah aku beliin sembako, tapi di bawahnya kasih ucapan langgeng terus ya Dede gitu," tegas Anisa Bahar.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas