Baru-baru ini, artis yang dikenal kontroversi, Nikita Mirzani curhat tentang perlakuan manajemen hotel berbintang lima di Indonesia melalui akun Instagramnya.

Saat Nikita pulang dari Turki, ia harus menjalani karantina beberapa hari di salah satu hotel bintang lima di Indonesia. Ibu tiga anak ini merasa banyak tekanan dan hal yang tak sesuai dengan standar hotel bintang lima.

Melansir dari JPNN, Rabu (21/7/2021), ia juga mendadak kaget saat tahu tarif hotel bintang lima tersebut naik drastis.

“Indonesia berduka, tapi beberapa orang membuat duka ini menjadi bisnis untuk keuntungan usahanya masing-masing. Harga hotel ketika di bandara Rp17 juta, lalu sampai hotel tiba-tiba naik jadi Rp22 juta,” tulis Nikita di Instagram Story miliknya, Selasa (20/7) malam.

Lantaran kesal, Nikita Mirzani pun menyumpahi hotel tersebut segera bangkrut.

“Mudah-mudahan hotel-hotel mewah yang menampung orang-orang yang sedang dikarantina tutup selama-lamanya. Agar tidak menyusahkan orang-orang yang tidak mampu di hotel tersebut. Bentar lagi kalau gemes gue mention nama (hotelnya). Gue suka kalau ributnya sama yang begini-begini ini,” tutur Nikita.

Ibu tiga anak ini mengaku baru mengetahui ada hotel mewah bintang lima yang menyediakan jasa karantina, namun memperlakukan konsumen layaknya seorang tahanan.

“Padahal hasil PCR negatif, tapi diperlakukan seperti positif,” timpalnya.

Selain itu, Nikita Mirzani tak segan-segan memerinci beberapa hal yang membuat dirinya kecewa dengan pelayanan hotel tersebut.

“Tidak bisa menghirup udara luar. Sudah hotel mahal tapi disuruh nyuci piring dan lain-lain sendiri. Lalu kamar hotel pun panas, tepatnya pengap,” ungkapnya.

“Hotelnya aja bintang 5, tapi makanannya enggak enak. Kalau enggak boleh GoFood kalian masak yang enak. Sesuai dengan harga hotel yang sudah dibayarkan. Yang kalian kasih makan itu manusia bukan sejenis jin atau hewan,” tulisnya.

Lebih lanjut, Nikita juga mendoakan agar karyawan hotel bintang lima tersebut terpapar Covid-19.

Baca Juga: Hampir Ngasih Suap Anak Makanan Kucing, Aura Kasih: Otak Lagi Error

“Semua karyawannya kena Covid yang bergejala parah. Ini kalian maksa orang-orang yang enggak mampu untuk bayar hotel bintang 5, yang jelek itu untuk tetap tinggal di sana dan bayar full. Mendingan tutup aja deh daripada bikin dosa,” umpat Nikita

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas
Lihat Sumber Artikel di JPNN Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan JPNN. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.