Ilustrasi pria yang tidur mendengkur. (Pinterest/Freepik)
Mendengkur atau ngorok merupakan adanya saluran udara yang terhimpit ketika tidur. Pernafasan yang menyempit ini membuat adanya hambatan pada jalur yang menghubungkan mulut, hidung, dan paru-paru. Semakin sempit saluran pernafasan maka akan semakin nyaring juga suara dengkurannya.
Melansir dari laman American Academy of Sleep Medicine, 40% pria lebih sering mendengkur saat tidur dibandingkan wanita yakni sekitar 24%.
Terdapat dua faktor utama mengapa pria cenderung lebih sering mengorok dibanding wanita yakni, kondisi anatomi dan gaya hidup. Tak cuma itu, faktor lain seperti kelebihan berat badan, faktor usia karena kondisi otot pernafasan yang mengendur, posisi tidur yang terlentang, sedang flu, dan lainnya.
Berikut ini penjelasan dari hellosehat.com (21/7/2021), alasan mengapa pria lebih sering mengorok ketika tidur.
Pria memiliki fisik yang lebih menunjang yang menjadikannya lebih mudah untuk mengorok ketika tidur, lantaran kotak suara pria lebih rendah dari wanita dimana besar ruang yang lebih terbuka di jalan nafas inilah menyebabkan jalan nafas menjadi sempit.
Tak cuma itu, bentuk rahang pria yang lebih menonjol dibandingkan rahang wanita yang lebih kecil dan tak menonjol juga bisa memengaruhi terjadinya mendengkur.
Dibandingkan wanita, pria cenderung memiliki gaya hidup yang tak terlalu beraturan sebagaimana wanita. Seperti adanya beberapa kebiasaan yang lebih sering dilakukan pria seperti mengonsumsi alkohol dan rokok. Alkohol dapat menyebabkan otot pernafasan menjadi kendur dan rokok yang bisa membuat iritasi pada saluran pernafasan yang menyebabkan lendir meningkat. Sehingga jalan nafas semakin sempit dan membuatnya mengorok saat tidur.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.