Beberapa waktu lalu sebelum Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani ditangkap polisi karena penyalahgunaan narkoba, ibu anak tiga itu ternyata sempat meminta izin kepada suaminya untuk liburan bersama pria lain.

Hal itu diawali saat Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani jalan-jalan berlibur ke Bali. Sayangnya, Ardi harus pulang ke Jakarta terlebih dahulu karena urusan pekerjaan.

Nia yang masih berada di Bali meminta izin untuk melanjutkan liburan bersama teman-temannya. Bintang sinetron berusia 30 tahun itu tampak sangat senang saat suaminya mengizinkannya.

Ia mengaku bahwa Ardi merupakan sosok suami yang sangat suportif.

"Ardi itu sangat suportif, karena dia mengerti. Kan dia ada meeting di Jakarta, di sini aku terusin sama anak-anak," ucap Nia Ramadhani.

Bahkan oleh sahabatnya, Nia pun diminta izin langsung ke Ardi bahwa ia akan pergi bersama teman-teman pria. Meski awalnya kaget, Ardi Bakrie pun pasrah dan mengizinkannya.

"Aku boleh (jalan-jalan) ada cowok-cowok ini?" tanya Nia Ramadhani.

"Eh nengoknya langsung kayak bingung, kenapa lu bingung kalau ditanya cowok-cowok," sahut sang sahabat.

Ardi pun lantas menyampaikan alasan dirinya mengizinkan sang istri pergi. Ia mengatakan kalau pria yang bakal pergi dengan Nia adalah sahabat baik Nia sejak lama.

"Hai netizen dan semuanya, kenapa dibolehin mereka sama cowok-cowok ini, karena emang udah dekat sama Mbak Nia dari dulu," ungkap Ardi.

Ardi juga menambahkan bahwa sikap tersebut untuk membahagiakan dan memberi kebebasan untuk sang istri.

"Jadi selama suami belum bisa memberikan seluruh kesenangan yang kalian bisa berikan, let them be with their friends," tutur Ardi.

Kedati demikian, ayah tiga anak ini juga menyampaikan sindiran pedas untuk istrinya. 

"Bosan juga kamu sama aku? Lama-lama iya dong," kata Ardi.

Baca Juga: Menikah dengan Konglomerat, Ardi Bakrie Akui Nia Ramadhani Bukan Wanita Boros!

"Ya tiap orang emang walaupun udah menikah lama, emang tiap pribadi ada perebutannya sama teman-temannya gitu, dan dia sangat mengerti itu," ucap Nia.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas