Millendaru diketahui melakukan berbagai perawatan demi menjaga penampilannya. Terkini, Millen melakukan perawatan gigi dengan harga total Rp159 juta. Hal itu diketahui lewat unggahan Instagram Millen di mana ia membagikan fotonya ketika menjalani perawatan gigi di salah satu klinik yang kini unggahan tersebut dihapus tanpa alasan yang jelas.

Namun sebelumnya pada unggahan itu, gigi Millen terlihat tambah rapi dan putih. Keponakan Ashanty itu pun mengaku sangat puas dengan hasil tindakan dokter kecantikan yang menanganinya.

"Suka deh setiap kali tindakan selalu stylist dan kece. Seneng banget sama hasilnya! Harga gak bisa bohong," begitu bunyi caption yang ditulis Millen untuk mengiringi unggahannya.

Tak tanggung-tanggung, Millen pun rela menggelontorkan uang hingga Rp159 juta untuk melakukan perawatan tersebut. Hal ini diketahui dari unggahan struk biaya perawatannya yang dibagikan di laman Instagram miliknya.

Dari sana terlihat bahwa Millen melakukan indirect venner yang merupakan salah satu jenis veneer dari bahan porcelain yang lebih kuat dengan hasil halus di gigi. Veneer sendiri adalah cangkang tipis yang diletakkan di bagian depan gigi untuk mengganti enamel yang terkikis.

Diketahui bahwa pada treatment indirect veneer, cangkangnya dicetak seusai dengan bentuk gigi. Hasil indirect veneer disebut bisa bertahan sampai 15 tahun atau bahkan lebih jika dilakukan dengan perawatan yang tepat.

Sementara itu, unggahan Millen Cyrus cukup mencuri perhatian warganet. Banyak yang kaget karena Millen menghabiskan ratusan juta hanya dalam sekali perawatan.

Namun ada juga warganet yang justru salah fokus alias salfok dengan nama asli Millen di rincian pembayaran. Di mana dia menuliskan nama lengkapnya, yaitu Muhammad Millendaaru P.

"Nama aslinya (emoji tertawa)," celetuk seorang warganet.

"Mbak Muhammad Millendaruu.P (emoji tertawa)," komentar warganet lain.

Baca Juga: Innalillahi, Millen Cyrus Bagikan Kabar Meninggalnya Sang Nenek dengan Mata Sembab: Bantu Doa Ya

"Salfok sama nama pasiennya," tutur warganet menambahkan.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas
Lihat Sumber Artikel di Suara.com Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.