Sunat bagi masyarakat muslim merupakan suatu kewajiban yakni membuang kulit yang menutupi bagian ujung atau kepala penis. 

Jika ditinjau dari segi medis, sunat juga memiliki manfaat yang banyak bagi kesehatan. Melansir dari berbagai sumber (26/7/2021) dengan melakukan sunat bisa mengurangi timbulnya infeksi saluran kecing, mengurangi risiko infeksi pada penis, dan mengurangi risiko terkena penyakit menular seksual. 

Banyak orang tua yang memilih anaknya untuk disunat ketika usianya sudah duduk di bangku sekolah, sebagai salah satu antisipasi perawatan yang lebih memumpuni bagi anak. Tapi, enggak ada salahnya juga kok Moms melakukan sunat bagi si kecil yang baru lahir.

Mengutip dari laman kumparanMOM, Mahdian selaku Dokter Spesialis Bedah Saraf dan pemilih Rumah Sunat mengatakan waktu yang baik untuk melakukan sunat bagi anak laki-laki yakni saat usianya belum menginjak usia 6 bulan yakni sebelum anak lincah, minimal tengkurap. Perlu digaris bawahi juga, Moms, bayi yang baru lahir justru sangat tak dianjurkan untuk disunat. 

Moms yang ingin menyunatkan si kecil saat masih bayi tentunya ada perasaan khawatir bukan cuma tangisan si kecil, melainkan melihat kondisi luka setelah sunat yang mungkin bisa lebih mudah tersenggol. Sebab bayi yang masih belum bisa mengontrol dirinya sendiri. 

Kabar baiknya, dr. Mahdian justru mengungkapkan hal yang sebaliknya nih, Moms. 

"Sebaiknya lagi justru sebelum bayi berumur 40 hari. Kalau masih kecil itu, pembuluh darahnya juga masih kecil-kecil, sehingga sangat kecil risiko perdarahan dan tentunya lebih cepat proses penyembuhannya karena regenarasi selnya sangat cepat," jelas dr. Mahdian seperti dikutip dari kumparanMOM

Melakukan sunat saat si kecil masih bayi pun enggak akan meninggalkan trauma psikologis bagi anak, Moms. Karena usia yang masih dini tentunya membuat si kecil belum bisa mengingat apapun. 

Tak Semua Bayi Bisa Disunat

Moms yang memiliki rencana untuk menyunatkan si kecil yang masih bayi, ada baiknya melakukan konsultasi dulu dengan dokter. Sebab, tak semua bayi bisa disunat kecuali kondisi bayi sehat dan kondisi alat vitalnya stabil. 

Dokter juga biasanya jarang melakukan proses sunat pada anak dibawah 5 tahun. Hal ini dikarenakan pada usia itu anak sedang di masa yang sangat aktif. Kecuali memang diperlukan tindakan sunat karena adanya masalah kesehatan salah satunya infeksi pada kelenjar. 

"Kalau sudah di usia satu atau dua tahun, memang ada kesulitan. Dia misalnya, tahu nih kalau ada klem di alat kelaminnya, akhirnya ditarik, digaruk-garuk, jadi berdarah. Belum lagi, kalau tidur berisiko kegesek-gesek juga bisa berdarah. Sehingga memang sebaiknya dilakukan saat bayi belum bisa tengkurap," jelas dr. Mahdian. 

Semoga bermanfaat ya, Moms!