Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan bentuk kekerasan yang umum terjadi di dalam rumah. Namun, pernahkah kamu membayangkan, apa dampak dari kekerasan tersebut?

Tak hanya pasangan suami istri yang terlibat, KDRT juga mampu melibatkan emosi anak dan di bawa hingga dewasa. Saat si kecil melihat sendiri kekerasa yang terjadi dalam keluarga, dia akan mudah mengenal berbagai bentuk kekerasa secara verbal hingga fisik, yang berpengaruh pada kesehatan mentalnya.

Dilansir dari laman sindikasi GenPI.co (27/7/2021) berikut adalah 4 dampak si kecil sudah menjadi korban KDRT:

Menutup diri

Hal pertama yang perling terasa si kecil menjadi korban KDRT adalah cenderung diam dan menutup diri. Pasalnya, orang tua harus peka dengan hal yang dilakukan anak seperti ini.

Anak dan selalu melihat KDRT di rumah berusaha menyembunyikan apa yang dia rasakan dan memutuskan untuk tidak berbicara.

Mudah berbohong

Terbiasa menjadi korban KDRT menjadi hukuman tersendiri untuk mental si kecil. Agar ia tak mengalami kekerasan, anak cenderung mudah berbohong dalam berbagai situasi untuk menutup kekerasan berlebih yang bisa ia dapatkan dari orang tuanya.

Kebiasaan berbohong ini dapat dia lakukan pada lingkungan sekitar dan menjadi dampak buruk untuk masa depan.

Dilanda kecemasan

KDRT dapat terjadi kapan saja. Maka jangan heran anak menjadi saksi bisu KDRT di rumah dan sering dilanda kecemasan. Rasa cemas berlebih nantinya dapat memicu ketakutan, depresi hingga tak bisa menahan emosi dirinya sendiri.

Haus perhatian

Baca Juga: Ungkit Soal Bukti KDRT, Jonathan Frizzy Tak Pernah Lakukan Visum Tiap Dipukuli Dhena Devanka

Terakhir, anak yang menjadi korban kekerasan rumah tangga akan cenderung haus perhatian. Karena tak menapatkan perhatian dari kedua orang tuanya, dia mampu mencari perhatian di luar rumah. Mulai dari saudara, tegangga hingga guru di sekolah

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.