Menu

6 Cara Mencegah Stunting Sejak Masa Kehamilan

Shilvia Restu Dwicahyani
29 Juli 2021 14:45 WIB
6 Cara Mencegah Stunting Sejak Masa Kehamilan

Potret Ibu hamil. (Unsplash/Alicia Petresc)

HerStory, Sukabumi —

Stunting merupakan masalah kesehatan gizi yang memperhambat pertumbuhan anak. Anak yang mengalami stunting ini biasanya tak memiliki tinggi badan yang sesuai standar usianya alias lebih rendah atau pendek. 

Stunting bisa disebabkan karena adanya faktor genetik, sanitasi yang kurang baik, dan kurangnya asupan nutrisi baik semasa masih dalam kandungan. 

Di Indonesia, angka stunting masih cukup tinggi dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya yakni, 8.9 juta anak mengalami stunting. Perbandingannya 3:1. 

Stunting tak cuma menyerang tumbuh tinggi anak, melainkan memiliki risiko mengganggu perkembangan kognitif dan belajar anak. Anak yang mengalami stunting juga berisiko mengalami berbagai penyakit kronis. 

Penting bagi Moms yang sedang hampil untuk mencukupi kebutuhan asupan nutrizi baik bagi si kecil sampai usianya menginjak 2 tahun. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting. Karena anak yang mengalami stunting dapat dilihat ketika usianya sudah diatas 2 tahun. 

Agar Moms tak merasa khawatir, berikut ini tim HerStory bawakan 6 cara mencegah stunting sejak masa kehamilan, melansir dari berbagai sumber (29/7/2021). Disimak ya, Moms!

1. Memenuhi Asupan Gizi yang Baik

Cara yang paling pertama dan terbaik untuk mencegah stunting adalah memastikan asupan gizi bagi ibu dan janin terpenuh dengan baik. Kesehatan ibu juga sangat memengaruhi kondisi janin dalam perut, maka dari itu Moms sangat perlu untuk memperbaiki dan memberikan nutrisi terbaik bagi janin. 

Kesehatan Moms yang baik juga menjadi bekal energi saat persalinan nanti. Sebab, ibu yang kekurangan energi kronis berisiko melahirkan anak dengan berat lebih rendah. Jika tak ditangani dengan tepat, tak menutup kemungkinan bayi akan mengalami stunting.

2. Mencukupi Asupan Zat Besi, Yodium, dan Asam Folat

Ketiga nutrisi ini merupakan hal yang penting dan tak boleh Moms lewatkan saat masa kehamilan. Jika asupan zat besi dan asam folat terpenuhi dengan baik dapat menurunkan risiko ibu yang mengalami anemia. Nah, ibu yang mengalami anemia ini bisa menjadi faktor anak akan mengalami stunting.

Asam folat juga dapat membantu pertumbuhan otak dan sumsum tulang belakang bayi. 

3. Hindari Asap Rokok

Rokok sejatinya memang berbahaya bagi kesehatan tak terkecuali asapnya. Moms yang sebelumnya memang merokok, sudah seharusnya untuk berhenti dan menjauhi asap rokok saat hamil. Asap rokok dapat berisiko bayi lahir prematur dan kekurangan berat badan. Tentunya, bisa menjadi salah satu faktor terjadinya stunting. 

4. Rutin Cek Kandungan 

Memeriksakan kandungan minimal 4 kali saat masa kehamilan merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan ibu dan anak. Melalui pemeriksaan kandungan, Moms dapat mengetahui apakah asupan nutrisi selama ini sudah terpenuhi atau belum. Dengan demikian stunting pun dapat dicegah.

5. Konsumsi Suplemen Ibu Hamil

Terkadang bagi Moms yang memang masih beraktivitas cukup padat, membuat Moms kurang memerhatikan asupan nutrisi. Untuk menghindari hal tersebut, Moms bisa mengonsumsi suplemen khusus ibu hamil sesuai yang dianjurkan oleh dokter. Umumnya, suplemen yang direkomendasikan pasti mengandung zat besi, asam folat, yodium, kalsium dan DHA. 

6. Pola Hidup Sehat

Menjaga kesehatan diri melalui pola dan gaya hidup sehat bisa menjadi cara mencegah terjadinya stunting pada anak. Pastikan akses air bersih dan kebersihan lingkungan terjamin. Mengutip dari laman klikdokter.com, air bersih dan pola hidup sehat bisa menjadi kunci terjauhkan dari infeksi yang bisa menyebabkan gangguan gizi. 

Agar lebih optimal, saat bayi sudah lahir pastikan ia mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan dan rutin melakukan kontrol setiap bulannya, ya, Moms. Semoga bermanfaat!