Mendidik anak jadi salah satu tantangan yang dialami oleh para orang tua. Setiap orang tua pastinya ingin si kecil tumbuh dengan pribadi yang baik serta menjadi anak yang penurut.
Namun, sering kali orang tua melakukan cara yang salah dalam mendidik anak. Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah dengan membentak anak.
Para orang tua yang sering membentak anaknya kini harus mulai menghentikannya. Sebab, membentak anak, terutama di depan umum, bisa menimbulkan efek mengerikan untuk perkembangannya lho. Jangan sampai dilakukan ya, berikut ini tiga dampak buruk membentak anak:

1. Anak Tidak Mau Menghormati Orang Tua

Anak yang sering dibentak, terutama dengan kata-kata kasar, akan kehilangan rasa hormat terhadap orang tuanya. Mereka juga enggak mau lagi mendengarkan berbagai nasihat dari kedua orang tuanya. Sebab, bentakan dari orang tua bisa mengaktifkan salah satu bagian otak kanan anak yang berfungsi sebagai pertahanan dan perlawanan.

2. Anak Merasa Tidak Berharga

Kebiasaan orang tua membentak anak akan membuat kepercayaan diri buah hati anjlok. Anak pun akan merasa tidak berharga lagi.
Mereka pun bisa saja merasa dikucilkan.
Selain itu, anak juga tumbuh menjadi enggak percaya diri ketika bermain dengan rekan-rekannya. Terlalu sering membentak juga akan memberikan dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak.

3. Anak Akan Balas Dendam

Ketika Dewasa Anak yang sering dibentak akan menyimpan dendam. Dendam itu akan terbawa sampai dewasa. Mereka pun berpeluang akan melampiaskannya ketika sudah menjadi orang tua.
Dilansir dari Child Development Journal, anak yang terlalu sering dibentak akan melakukan hal yang sama seperti orang tuanya. Anak yang sering dibentak juga akan tumbuh sebagai pribadi agresif secara fisik maupun verbal.
Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.