Arlin Chondro, ibu dua anak ini tak menyangka berawal dari keisengan atau diy meracik essensial oil atau dalam bahasa Indonesia disebut minyak atsiri, membuat dirinya ingin menyelam lebih lanjut untuk mempelajarinya. Setelah merasakan ajaibnya dari minyak atsiri untuk anaknya pada tahun 2013 silam.

Berbekal rasa keingintahuan yang tinggi, Arlin rela menempuh pendidikan sampai ke California untuk mempelajari kegunaan dari aromaterapi. Di luar Indonesia, aromaterapi sudah diakui sebagai terapi alternatif sebagaimana hipnoterapi dan akupuntur. Sehingga sudah ada sekolah khusus untuk mempelajari bidang tersebut.

Meskipun memiliki background sebagai psikolog, tak menghalangi keinginannya untuk bergelut dengan minyak atsiri. Arlin memiliki ambisi untuk membantu banyak orang agar tak ketergantungan obat, dengan menjadikan minyak atsiri sebagai gaya hidup.

“Jadi sebetulnya tujuan kita sebagai perusahaan ya untuk mengurangi tingkat penyakit tidak menular (PTM). Kaya asma, diabet, jantung, kanker, itu tuh penyebab kematian tertinggi di Indonesia itu 73%. Padahal sebetulnya itu bukan sesuatu yang menular, bukan dari virus bukan dari bakteri. Itu juga ada factor turunannya ada juga dari gaya hidup. Nah gaya hidup itu bisa lebih disehatkan lah dengan pola hidup yang bener, terus dengan gunakan aromaterapi juga akan membantu,” jelasnya saat diwawancarai oleh tim HerStory, Senin (2/8/2021).

Arlin menjelaskan, minyak atsiri merupakan ekstrak tanaman yang tak memiliki satu komposisi sebagaimana obat-obatan yang ada di pasaran. Minimal terdapat 15 sampai puluhan komposisi kimia organik di dalamnya. Sehingga tubuh dapat menerima manfaat secara menyeluruh tak cuma apa yang sedang dikeluhkan.

Baca Juga: Profil Ardelia Muthia Zahwa: Gadis Sumatera Utara Pembawa Baki Merah Putih di Istana

“Akhirnya, yang saya kerasa banget itu, dia (minyak atsiri) ngembaliin keseimbangan tubuh kita bukan cuma fisik aja tapi juga mental,” ungkap Arlin.