Golongan darah O memang tak ada habisnya untuk dibahas. 

Golongan yang paling banyak dan mudah ditemui di dunia ini merupakan darah O. Mungkin inilah salah satu penyebab kenapa darah O disebut pendonor universal. Karena ia dapat membantu banyak orang sehingga tak terlau sulit untuk menemukannya. 

Gen merupakan faktor utama dalam menentukan golongan darah. Sebab golongan darah merupakan hal yang diwarisi oleh orang tua. 

Seperti yang sudah kita ketahui, golongan darah terbagi menjadi 4 yakni A, B, AB, dan O. Dan golongan darah O memiliki karakteristik yang paling menarik untuk dibahas selain dikenal sebagai golongan darah yang memiliki risiko rendah terkena penyakit. 

Lantas, mengapa golongan darah O dapat melakukan transfusi bagi semua golongan darah?  

Melansir dari laman halodoc.com dan hellosehat.com (4/8/2021), berikut ini alasan golongan darah O disebut pendonor universal. 

Golongan Darah O Tak Memiliki Antigen

Hal yang membuat darah O dapat mendonorkan darahnya ke semua golongan darah karena ia tak memiliki antigen. Antigen merupakan molekul protein yang dapat ditemukan di permukaan sel darah merah. Meskipun golongan darah O tak memiliki antigen, namun ia memiliki antibodi golongan darah A dan B dalam plasma.

Keunikan golongan darah O yang memiliki sel darah merah tanpa antigen membuat ia dapat melakukan donor darah ke mana pun namun tak bisa menerima transfusi darah selain dari golongan O yang memiliki rhesus sama.  

Perhatikan Rhesus Negatif dan Positif

Memang golongan darah O dapat menyumbangkan darahnya ke golongan mana pun. Tetapi, perlu diingat adanya rhesus negatif dan positif yang dapat menimbulkan masalah bilamana sembarangan melakukan atau menerima donor darah. 

Baca Juga: Terkuak! Begini Pendapat Ahli Terkait Golongan Darah O yang Rentan Alami Sakit Maag

Golongan darah dengan rhesus negatif hanya bisa menerima donor darah dari rhesus yang sama. Jika mendapat donor dari rhesus yang berbeda, akan terjadi penolakan pada tubuh. Akibatnya tubuh dapat demam menggigil sampai penurunan tekanan darah. Lebih parahnya, rhesus yang tak sesuai dapat menimbulkan masalah fungsi pernafasan dan ginjal akibat adanya penggumpalan darah yang dapat berakibat fatal.