Setiap pasangan pasti selalu menginginkan hubungannya awet sampai maut memisahkan. Sehingga banyak dari mereka yang rela berjuang habis-habisan demi mempertahankan hubungan tersebut.  

Mempertahankan hubungan memang bukanlah sesuatu hal yang buruk. Kendati begitu, jika sampai harus rela berkorban sakit fisik dan hati terus menerus tentunya mempertahankan hubungan tersebut bukan sesuatu hal yang baik. 

Jangan terlalu dibutakan dengan cinta, jika pasanganmu melakukan 4 hal ini sudah tak patut kamu tolerir dalam sebuah hubungan. Berikut diantaranya seperti dilansir dari laman beautynesia.id (5/8/2021). 

Berselingkuh

Siapa pun pasti akan merasa kecewa dan saki hati jika mengetahui pasangannya berselingkuh. Jika pasangan ketahuan selingkuh, sebaiknya jangan memberikan ia kesempatan kedua ya, Moms. Menurut ilmu psikologi, wanita sulit mundur secara psikologi sedangkan pria sulit mundur secara biologis. Maksudnya, kemungkinan besar pria akan kembali pada kebiasaan awalnya. 

Bersikap Kasar

Jangan pernah memaklumi sikap kasar yang dilakukan pasangan secara berulang. Tentunya hal ini akan terus terulangi lagi dan lagi yang sangat tak baik untuk dipertahankan. Apalagi jika sudah ada kehadiran anak yang dapat mengganggu kesehatan mentalnya melihat orang tua yang kasar. 

Berbohong

Memang bohong untuk kebaikan diperbolehkan, namun jika berbohong terus menerus dengan alasan yang sama tentunya bukanlah suatu hal yang baik untuk dipertahankan dalam sebuah hubungan. 

Membandingkan

Siapa pun tentunya tak ingin dibandingkan, apalagi jika berbicara soal bentuk tubuh. Body Shamming yang dilakukan pasangan tak sepatutnya kamu tolerir. Apalagi jika hal tersebut dijadikan sebagai kebiasaan, yang bisa berdampak buruk untuk diikuti oleh anak-anak. 

Baca Juga: 7 Tips untuk Mengatasi Pasangan yang Sering Berpikiran Negatif

Hubungan yang toxic seperti diatas sebaiknya jangan dipertahankan ya, Moms. Bukannya mendapatkan kebahagiaan, Moms bisa saja mendapatkan kebalikannya. Selalu komunikasikan segala hal dengan pasangan agar tak menjadi salah paham yang dapat memicu timbulnya masalah.