Menu

Waspada! 4 Jenis Hipertensi yang Dapat Menyerang Ibu Hamil

06 Agustus 2021 12:05 WIB
Waspada! 4 Jenis Hipertensi yang Dapat Menyerang Ibu Hamil

Ibu hamil sedang memeriksakan tekanan darahnya. (Pinterest/Freepik)

HerStory, Sukabumi —

Hipertensi dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal usia dan status sosial ekonomi. Termasuk ibu hamil yang harus diwaspadai karena dapat membahayakan ibu dan janin. 

Hipertensi merupakan kondisi dimana aliran darah pada jantung berlangsung terlalu cepat dan 10i ibu hamil mengalami hipertensi selama masa kehamilan. Normalnya tekanan darah berada dibawah 120/80 mmHg, diatas 140/90 mmHg termasuk ke dalam tekanan darah tinggi.

Sejatinya hipertensi pada ibu hamil terdiri dari 5 jenis, berikut diantaranya seperti dilansir dari laman hellosehat.com (6/8/2021). 

Preeklampsia

Jika hipertensi tak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi preeklampsia. Preeklampsia merupakan kerancunan kehamilan yang dapat mengganggu kinerja organ dalam tubuh. Meskipun penyebabnya belum dapat diketahui secara pasti, nampaknya gangguan pertumbuhan plasenta yang menyebabkan aliran darah menjadi tak baik bisa menjadi pemicunya. 

Kondisi ini tentunya dapat membahayakan janin karena akan membuatnya kesulitan untuk mendapatkan oksigen dan nutrisi untuk memenuhi tumbuh kembangnya.

Eklampsia

Preeklampsia yang tak diketahui sejak awal sehingga tak mendapatkan penanganan dapat berujung pada eklampsia. Meski jarang terjadi, namun kondisi ini merupakan hal serius yang dapat membahayakan ibu dan janis. Eklampsia dapat memengaruhi otak yang menyebabkan kejang atau koma pada kehamilan

Hipertensi Gestasional

Hipertensi ini umum dijumpai pada masa kehamilan menginjak usia 20 minggu dan dapat hilang setelah melahirkan. Hingga saat ini penyebab pasti dari hipertensi gestasional belum dapat dipastikan. Sebab, hipertensi ini kerap menyerang pada ibu hamil yang tak memiliki riwayat hipertensi sebelumnya. 

Hipertensi Kronis

Tekanan darah tinggi ini justru dapat menimpa sebelum kehamilan dan akan berlanjut pada masa kehamilan. Biasanya hipertensi tak menunjukkan gejala, sehingga bagi ibu hamil sebelum menginjak usia kehamilan 20 minggu sudah mengalami hipertensi akan disebut hipertensi kronis. Dan hipertensi ini tak akan hilang setelah melahirkan sebagaimana gestasional.

Hipertensi Kronis dengan Superimposed Preeklampsia

Kondisi ini dapat dijumpai pada ibu hamil yang mengalami hipertensi kronis disertai tingginya protein dalam urine. Hipertensi ini umumnya terjadi di usia kehamilan kurang dari 20 minggu. 

Selalu rutin melakukan pemeriksaan dengan dokter atau bidan dapat membantu Moms menghindari masalah kesehatan yang dapat menimpa ibu dan janin. Tak lupa lebih menjaga gaya dan pola hidup mengingat ibu hamil rentan terhadap masalah kesehatan. Semoga bermanfaat ya, Moms!

Baca Juga: Tak Hanya Soal Medis, dr. Bee Hadir Dampingi Perjalanan Perempuan Menuju Kehamilan

Baca Juga: Ibu Hamil Boleh Mengonsumsi Hepaherb? Kenali Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan