Penampilan Ayu Ting Ting dan Nagita Slavina. (instagram/gundik_empang)
Belum lama ini Ayu Ting Ting diguncang dengan adanya petisi soal pemboikotan dirinya dari layar kaca. Petisi yang berbunyi “Blacklist Ayu Ting Ting” tersebut kini sudah ditandatangani oleh lebih dari 50.000 kali.
Pembuat petisi menilai bahwa Ayu Ting Ting memiliki sikap yang kurang pantas untuk ditampilkan di televisi. Ia menjelaskan alasannya mendorong pemboikotan sang biduan dalam keterangan petisinya.
“Pada acara Pas Sore, terlihat waktu acara tersebut live di Trans 7 terlihat Ayu Ting Ting menendang salah satu talent Pas Sore," tertuang dalam keterangan petisi yang dibuat di change.org tersebut.
Awalnya petisi tersebut menargetkan 35.000 tanda tangan. Namun, kini targetnya sudah naik hingga mencapai 75.000 tanda tangan.
Berbicara soal petisi pemboikotan, ternyata Nagita Slavina juga pernah mendapatkan petisi yang sama. Hal tersebut terjadi karena istri Raffi Ahmad ini terpilih sebagai Ikon PON XX Papua.
Ada pro kontra dari pemilihan Nagita Slavina tersebut. Sebagian pihak menilai bahwa pemilihan tersebut akan menimbulkan apropriasi budaya.
Pihak yang kontra kemudian membuat petisi untuk mengganti Nagita Slavina. Petisi tersebut dibuat untuk memperjuangkan identitas dari budaya Papua.
“Kami berterima kasih dan bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada pemerintah dan masyarakat Papua untuk tetap menggelar kegiatan PON XX yang akan diselenggarakan di Papua pada tahun ini, meski pun dihadapkan pada banyak tantangan dan situasi yang kurang baik,” tertulis dalam petisi tersebut.
Meskipun begitu, pembuat petisi mengucapkan terima kasih kepada Nagita Slavina. Ia bersyukur sebab Nagita Slavina sudah membantu untuk mempromosikan kegiatan PON XX Papua.
"Namun demikian, kami rasa perlu untuk tetap menyuarakan aspirasi kami terkait penunjukkan saudari kami Nagita Slavina sebagai ikon PON Papua.
Petisi tersebut dibuat sebab banyak yang menilai bahwa Nagita Slavina kurang merepresentasikan wanita Papua. Oleh karena itu, mereka merasa bahwa wanita Papua lebih cocok sebagai perwakilan dari daerah itu.
Kendati demikian, Raffi Ahmad memberikan penjelasan bahwa mereka dipilih sebagai “Ikon” bukan “duta”. Oleh karena itu, kekhawatiran masyarakat tak akan terjadi sebab pasangan ini hanya bertugas untuk mensosialisasikan dan mempromosikan PON XX Papua.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.