Setiap keluarga tentu berharap bisa selalu bersama hingga maut memisahkan. Namun terkadang, harapan tak selalu menjadi kenyataan. Tak sedikit keluarga yang diterpa prahara dan ujungnya menyebabkan perceraian.

Dan perlu diingat, Moms, bahwa perceraian itu tak hanya melibatkan pasangan suami istri saja, tapi juga bisa memengaruhi kehidupan anak-anak juga lho

Menurut Konselor, Jovita Trikomandito C.Ht, S.Pd, Kons, tak bisa dipungkiri, perceraian orang tua pasti memiliki dampak psikologis pada anak-anaknya. Terutama pada anak-anak yang direntang usia 7-14 tahun.

Sebab, kata Jovita, dalam usia tersebut, mereka masih membutuhkan kasih sayang, perhatian penuh dan panutan (role model) dari kedua orang tuanya.

“Mereka pasti merasa kehilangan keutuhan keluarga. Apabila pernikahan tidak dapat diselamatkan dan perceraian menjadi satusatunya solusi, hendaknya orang tua menyadari bahwa ada masalah penting yang harus diprioritaskan untuk mengurangi dampak negatif terhadap perkembangan jiwa buah hati mereka,” tutur Jovita kepada HerStory, baru-baru ini.

Lantas, langkah-langkah apa yang harus dilakukan orang tua untuk menghindari dampak buruk perceraian terhadap anak?

Terkait hal itu, Jovita menyarankan, orang tua harus lebih banyak memberikan atensi dan pendampingan kesiapan mental anak-anak mereka sendiri.

Jovita bilang, ketika keputusan perceraian sudah mantap diambil, orang tua hendaknya mempersiapkan anak menghadapi perceraian.

“Mereka harus memberikan penjelasan soal alasan mereka bercerai. Tentunya, harus mengunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dimengerti oleh anak,” saran Jovita.

Baca Juga: Moms, Wajib Tahu! Ini 7 Dampak Negatif Perceraian Orang Tua pada Psikologis Anak