Menu

Jangan Disepelekan, Ini Bahaya Burnout saat WFH! Begini Cara Mengatasinya

24 Agustus 2021 11:15 WIB
Jangan Disepelekan, Ini Bahaya Burnout saat WFH! Begini Cara Mengatasinya

Ilustrasi ibu bekerja mengantuk (LiveSavvy/Edited by HerStory)

HerStory, Bandung —

Tak jarang ketika mulai melakukan kegiatan Work From Home (WFH), banyak dari kita yang merasa malas hingga sering kali menunda pekerjaan. Ini bisa jadi karena kita mengalami burnout atau kondisi stres dan lelah karena pekerjaan.

Kondisi ini enggak boleh disepelekan ya Moms. Pasalnya, kondisi stres dan lelah karena pekerjaan dapat mengacu pada kesehatan fisik dan mental. 

Ketika mengalami burnout, hampir semua aspek kehidupan akan terganggu. Secara fisik, tubuh akan merasa lelah. Daya tahan tubuh pun ikut menurut. Alhasil, tubuh juga akan lebih rentan atau mudah terkena penyakit dan terserang virus.

Dikutip dari The Muse, menurut Andrew Schwehm, ahli psikologis klinis, penyebab burnout dapat berupa kelelahan selama WFH karena seseorang enggak bisa memisahkan pekerjaan dengan kehidupan pribadinya sehingga banyak orang yang kesulitan membagi waktu.

Memang ketika WFH, pekerjaan dan kehidupan pribadi yang menjadi satu membuat para pekerja kebingungan memisahnya.

Terkadang, mereka bisa bekerja lebih dari 8jam karena kesulitan menentukan jam kerja. Kebiasaan ini juga lambat laun akan berefek pada tubuh dan pikiran.

Ini menjadi isu yang penting untuk diperhatikan ya Moms. Terlebih lagi, WHO juga telah memasukkan burnout ke dalam klasifikasi penyakit yang bisa berkontribusi terhadap kesehatan mental.

Dilansir dari Greatmind.com, ada tiga dimensi yang mendefinisikan burnout, yakni:

1. Exhaustion, artinya kelelahan, lemah, kekurangan energi, secara fisik maupun emosional.

2. Cynicism, sempat disebut juga depersonalisasi, yaitu saking capeknya, mulai ada perilaku dan mindset negatif kepada orang lain, gampang kesal, tidak ingin bersosialisasi, dan juga kalau idealisme mulai hilang.

3. Inefficacy,  jadi  produktivitas  atau  pencapaian  yang  menurun,  termasuk  juga  hilangnya kepercayaan diri dalam bekerja.

Dilansir dari Kesehatan.Kontan.co.id, tanda-tanda burnout yang bisa dilihat, yakni pekerja akan lebih sukar berkonsentrasi saat bekerja.

Mereka juga akan sulit menangkap informasi yang disampaikan dan cenderung menghindari pekerjaan.

Enggak jarang, para pekerja juga terlambat mengikuti rapat online dan berakibat pada performa kerja mereka yang menurun.

Cara Mengatasi Burnout

1. Buat jadwal kerja yang jelas

Membuat jadwal berguna untuk memisahkan kehidupan kerja dan pribadi secara terpisah. Moms perlu menulis jadwal kerja sedemikian rupa supaya jelas waktu kerja dan istirahat.

Beri jeda waktu setidaknya 15-30 menit setiap harinya. Usahakan ketika makan siang, kamu menjauh dari laptop atau ponsel, ya.

2. Sisakan waktu untuk 'me time'

Atur jadwal 'me time' setiap harinya supaya pikiran kamu tetap jauh dari stres. Gunakan waktu tersebut untuk istirahat dan menjauhlah dari pekerjaan.

Kamu bisa tidur, menonton film, atau melakukan hobi supaya tetap tehindar dari kelelahan karena WFH.

3. Bersosialisasi

Selama pandemi berlangsung memang kegiatan di luar ruangan menjadi terbatas. Untuk itu, kamu bisa mengirimkan pesan atau menggunakan ideo call untuk mengatasi burnout.

Buat jadwal untuk bersosialisasi dengan teman-teman kamu. Ini dipercaya bisa mengurangi rasa penat selama bekerja.

Itulah bahaya mengalami burnout saat WFH dan juga tips untuk mengatasinya. Semoga bermanfaat ya Moms!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan