Dewasa ini, investasi ilegal alias bodong masih marak terjadi di masyarakat. Terkait hal itu, Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sekar Putih Djarot, pun mewanti-wanti masyarakat untuk memperhatikan legalitas dari setiap instrumen investasi untuk menghindari jebakan investasi bodong.

Ini kembali lagi ke legalitas, jadi hindari perusahaan atau produk investasi yang legalitasnya gak jelas. Waspada juga jangan percaya maraknya tawaran investasi melalui sms, chat atau pun dari sosial media meskipun mereka itu menyerupai nama-nama perusahan yang legal atau bahkan mencantumkan logo OJK, padahal sebenarnya mereka tidak berizin,” tutur Sekar, saat menjadi pembicara di acara Literasi Keuangan OJK: Cerdas Investasi di Pasar Modal, yang digelar CNBC Indonesia secara virtual, Selasa (24/8/2021).

Lebih jauh, Sekar pun mengingatkan masyarkat untuk berperan aktif memeriksa legalitas perusahaan investasi dan fintech, sebelum melakukan transaksi.

‘Oleh karena itu harus dipastikan produk-produk legalitasnya di pasar modal atau bisa cek di OJK melalui call center OJK 157, atau menghubungi WhatsApp OJK 081157157157 untuk menanyakan legalitas produk investasi,” papar Sekar.

Sekar melanjutkan, saat ini, banyak modus yang memalsukan nama entitas resmi, dan menjadi bentuk phishing. Karenanya, ia pun mengingatkan agar investor jangan pernah menyetorkan uang ke rekening pribadi meski mengaku dari institusi resmi.

“Karena bisa saja modus memalsukan nama perusahaan resmi ini dijadikan peluang sebagai bentuk-bentuk phishing dan jangan pernah transfer ke rekening pribadi yang menawarkan investasi  dalam melakukan setoran investasi. Meskipun mengaku dari pihak lembaga yang resmi,” tegasnya.

Baca Juga: Wow! OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan Stabil Hingga Kredit Perbankan Tumbuh Positif Mencapai Rp1,439 Triliun