Anak-anak mengalami emosi seperti halnya orang dewasa. Sayangnya, sebagian besar anak tak memiliki kecerdasan emosional untuk secara efektif mengomunikasikan apa yang mereka rasakan pada saat tertentu selama tahap awal perkembangan anak.

Terkadang hal ini membuat anak-anak melampiaskan amarah dengan harapan mendapatkan apa yang mereka inginkan atau sebagai cara untuk mengekspresikan perasaannya.

Ketika anak tantrum atau mengamuk, terkadang orang tua memilih untuk mengabaikannya. Namun, mengabaikan amukan si kecil tak selalu efektif dan terkadang malah memperburuk situasi lho. Sebagai orang tua, Anda harus mencoba cara pendekatan yang berbeda

Tracy Cassels, Ph.D. dari Evolutionary Parenting sebenarnya menyarankan orang tua untuk memberi anak dukungan emosional yang mereka butuhkan. Hal ini berguna untuk mengatasi amukan tanpa benar-benar menghapus aturan atau batasan apa pun yang dibuat orang tua.

"Anak-anak memahami perbedaan antara dukungan emosional dan orang tua yang bersikap menyerah. Mereka benar-benar akan menghargai tawaran orang tua untuk menghiburnya ketika marah. Selain itu, anak akan senang ketika orang tua mengatasi tantrumnya dengan cara mendiskusikan situasinya," ujar Cassels dikutip Moms (25/8/2021)

Kemudian orang tua harus memanfaatkan tantrum sebagai kesempatan untuk mengajari anak Anda cara menangani emosi secara efektif. Hal ini bisa dilakukan dengan menunjukkan kepada anak Anda bahwa Anda adalah orang yang aman untuk diajak berkomunikasi bahkan ketika mereka merasa sedih atau marah.

Anak akan lebih mudah menerima untuk mendiskusikan masalah secara proaktif daripada harus mengamuk untuk mendapatkan perhatian orang tua. Ini pada akhirnya dapat membantu mereka belajar bagaimana memberi label emosi mereka secara efektif dan mengomunikasikan kebutuhan mereka kepada orang tua yang membuat hidup semua orang lebih mudah.

Baca Juga: Moms, Anak Juga Harus Diajarkan Rasa Kecewa, Coba Ikuti 3 Cara Ini Yuk

Meskipun ada kalanya anak lebih senang dicuekin ketika tantrum, biasanya lebih baik setidaknya menawarkan dukungan emosional selama anak marah. Ini akan membantu anak Anda tumbuh dan kebiasaan marah tersebut akan hilang seiring bertambahnya usia.