Beauty pernahkah kamu merasa ingin banyak makan meski sebenarnya tak terlalu lapar? Rasanya ingin selalu mengunyah yang akhirnya mendorongmu untuk memesan atau memakan makanan secara berlebihan? 

Bisa jadi, kamu mengalami yang namanya emotional eating. Kondisi ini merupakan makanan yang masuk bukan untuk mengenyangkan perut melainkan untuk memenangkan emosi negatif yang dirasa. 

Biasanya hal ini kerap muncul jika sedang dilanda stres entah itu karena masalah pekerjaan atau hubungan. 

Mengutip dari laman parenting.co.id (25/8/2021), emotional eating ini menjadikan makanan sebagai kenyamanan untuk menghilangkan stres, menenangkan diri, atau bahkan menghargai diri. 

Meski emotional eating dapat menimpa pria atau pun wanita, namun hal ini lebih rentan dialami oleh wanita. Mengingat wanita yang mudah mengalami stres lantaran cenderung pemikir dibandingkan pria. 

Emotional Eating

Seseorang yang mengalami emotional eating, akan menjadikan makanan bukan untuk kebutuhan perut melainkan untuk memenuhi kebutuhan emosional ketika ia merasakan emosi negatif. Akibatnya ia akan makan lebih dari biasanya, dan sejatinya emosi yang ada pada diri masih terus bersemayam meski makanan tersebut lezat. Yang selanjutnya akan merasa bersalah karena makan terlalu banyak. 

Ciri Emotional Eating

Ciri ketika Beauty merasa emotional eating dapat dilihat dengan cara saat melihat makanan entah itu di depan mata atau melalui layar ponsel lalu merasa sangat tergugah, ketika sedang merasakan emosi negatif seperti kesal atau marah. Hal tersebut sudah menandakan Beauty terjebak pada siklus yang tak sehat. 

Dampak dari Emotional Eating

Melihat bahwasannya makan secara berlebih dikala sedang emosi yang justru tak menyembuhkan rasa kesal, tentunya dapat berdampak pada kenaikan berat badan. Bukan cuma itu, Beauty juga menjadi sulit untuk mengenali emosi bahkan menjadi lebih stres lantaran melihat bobot yang naik drastis.