Dewasa ini, sepertinya kita tak asing lagi melihat berbagai salon spa khusus bayi bermunculan. Maraknya fenomena baby spa ini memang terasa sejak beberapa tahun belakangan, terutama di kalangan masyarakat urban.

Berbagai aktivitas menarik, baik untuk bayi maupun si ibupun  gencar ditawarkan. Namun, sejauh manakah manfaat baby spa? Apakah baby spa hanya sekedar tren?

Terkait hal itu, Dokter Spesialis Anak, dr. S.T.Andreas, M.Ked (Ped), Sp.A, pun memberikan pandangannya sendiri.

Dr Andreas, begitu ia kerap disapa, mengatakan, menilik artinya, kata spa sendiri merupakan akronim dari bahasa Latin sanitas per aqua, yang berarti air untuk kesehatan.  Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa spa awalnya merupakan terapi yang dilakukan dengan mandi atau berendam. Biasanya, spa bayi pun diawali dengan pijat bayi.

dr Andreas menuturkan, menurut The American Massage Therapy Association, pijat bayi dapat dilakukan dengan memegang, menggerakkan, dan atau memberi tekanan pada tubuh.

“Secara ilmiah, pijat bayi ini bermanfaat untuk meningkatkan berat badan, menstimulasi perkembangan anak, memperbaiki pola tidiur, menjaga kesehatan kulit, dan proses bonding,” kata dr Andreas, sebagaimana dikutip dari HerStory dari Instagram pribadinya, @dr.andreas.spa, Selasa (31/8/2021).

Kemudian, menyoal terapi air sendiri, kata dr Andreas, biasanya bayi diajak untuk berendam dalam bak kecil dengan tubuh, terutama bagian leher disangga pelampung. Bayi kemudian bebas menggerakkan lengan dan tungkainya, menyerupai keadaan di dalam kandungan.

Dr Andreas bilang, terapi air ini sering dikaitkan dengan stimulasi perkembangan (bayi bebas menggerakkan kaki dan tangan seperti dalam kandungan). Namun faktanya, kata dia,  secara ilmiah hal ini belum terbukti.

“Sayangnya, bukti ilmiah terapi air masih sedikit dan umumnya merupakan penelitian pendahuluan dengan jumlah subyek yang minim, tukasnya.

Baca Juga: Bahaya Mengintai saat Spa Bayi, Ini yang Harus Moms Perhatikan Supaya Gak Mengalaminya