Para peneliti juga mengamati bahwa kondisi yang lebih dingin mendorong konversi lemak putih menjadi lemak coklat yang menhasilkan panas saat dipecah.

Menurut penelitian, kerusakan ini bisa melepaskan asam lemak dan gliserol yang merangsang hati untuk membuat lipoprotein densitas rendah atau kolesterol jahat yang menyumbat arteri. Sebab, kolesterol jahat (LDL) disimpan di arteri, penumpukan plak bisa menghalangi aliran darah ke jantung sehingga memicu serangan jantung.

Pada pengujian lebih lanjut tentang hubungan seba akibat antara pembentukan jantung dan produksi LDL, para peneliti menciptakan tikus yang rentan aterosklerosis dengan tak bisa menggunakan lemak coklat untuk menghasilkan panas.

Temuan mengungkapkan bahwa kelompok tikus ini enggak mengalami peningkatan produksi LDL atau masalah arteri akibat proses tersebut.

Baca Juga: Lebih Banyak Diderita Wanita, Apa Itu Penyakit Jantung Reumatik? Jangan Disepelein Moms!

"Jika ini juga berlaku untuk manusia, mungkin ahli medis bisa merekomendasikan orang yang menderita penyakit kardiovaskular untuk menghindari cuaca dingin dan mengenakan pakaian hangat ketika berada di musim dingin," ujar Profesor Yihai Cao.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.