Dalam sebuah hubungan pernikahan, preferensi seks tiap orang pasti berbeda-beda.

Di antara sekian banyak ‘gaya’ berhubungan intim, pasti ada sebagian pasangan yang suka melakukan seks lewat anal.

Nah, dari kondisi ini berkembang informasi yang mengatakan bahwa anal seks bisa menyebabkan wasir.

Lantas, apakah itu mitos atau memang didukung oleh fakta medis?

Terkait hal itu, dr. Dyan Mega Inderawati, mengatakan bahwa bukan wasir yang harus dikhawatirkan, tetapi penularan infeksi menular seksual jika dibandingkan dengan penetrasi ke lubang vagina.

Dijelaskan oleh dr. Dyan, hubungan seksual melalui vagina akan menstimulasi produksi cairan pelumas atau lubrikan alami.

 Lubrikan ini berfungsi meminimalkan gesekan, sehingga risiko terjadinya luka di sekitar kelamin lebih kecil. 

“Beda halnya dengan seks anal. Anus tak memiliki kelenjar yang dapat memproduksi lubrikan. Dengan demikian, pergesekan yang terjadi dapat meningkatkan risiko perlukaan. Luka yang terbentuk, sedikit atau banyak, dapat menghasilkan darah, merusak lapisan kulit pelindung, dan semakin memperbesar risiko penularan berbagai infeksi menular seksual,” jelas dr. Dyan, seperti dikutip dari laman klikdokter.

dr. Dyan pun melanjutkan, seks anal sebenarnya tak menyebabkan wasir, tetapi aktivitas seksual tersebut bisa memperparah kondisi wasir.

Baca Juga: Disebut Maksa Istri Lakukan Anal Seks, Ayah Taqy Malik Berani Sumpah Pocong

“Untuk mencegah wasir makin parah, serta mencegah penularan infeksi menular seksual, sebaiknya lakukan perilaku seksual yang aman, tak bergonta-ganti pasangan, selalu menjaga kebersihan alat kelamin, serta cek kesehatan secara rutin,” pungkasnya.