Pengacara kondang Sunan Kalijaga sekaligus ayah Salmafina Sunan belum lama ini mengomentari kasus dugaan penyimpangan seksual yang menyeret mantan besannya, ayah Taqy Malik, Mansyardin Malik. Diketahui sebelumnya, muncul sosok yang mengklaim sebagai istri siri Mansyardin bernama Marlina Octoria.

Ketika jumpa pers, Marlina diwakili sang kakak, Fanca, membeberkan kelakuan dari Mansyardin yang memaksa berhubungan seks saat haid. Tak hanya itu, Marlina juga mengklaim bahwa ayah Taqy Malik kerap memintanya berhubungan seks secara tak wajar yakni melalui anal.

Terkait hal tersebut, Sunan Kalijaga mengaku terkejut dengan pengakuan sosok Marlina. Tak cuma itu, Sunan Kalijaga juga mengomentari soal gaya anal seks yang sempat dibahas istri siri Mansyardin. Sunan Kalijaga membeberkan kalau gaya seks itu diharamkan oleh Islam.

Di sisi lain, Sunan Kalijaga juga membahas soal dukungan kepada para kaum hawa. Entah ditujukan kepada siapa, Sunan Kalijaga berharap nantinya tak ada korban lagi dari lelaki yang disebutnya buaya darat.

"Terimakasih dukungannya para kaum hawa yang berani membela sesama wanita," tulis Sunan Kalijaga melalui Instagram Storiesnya.

"Kita doakan supaya tidak ada lagi korban. Lelaki buaya darat." sambungnya.

Dalam Instagram Stories itu pula, Sunan Kalijaga tampak berfoto bersama sosok yang diduga adalah Marlina istri siri Mansyardin. Ia memuji wanita dalam foto tersebut sebagai sosok yang berani lantaran sudah mau angkat bicara.

"Mendampingi wanita hebat yang berani angkat bicara," klaim Sunan Kalijaga.

Sunan Kalijaga pun meminta agar sikap berani seorang wanita yang mengungkap kebenaran tak disalahartikan sebagai pelanggaran UU ITE. Yang mana, menurut Sunan Kalijaga hukum dibuat bukan untuk membungkam kebenaran.

Baca Juga: Ngaku Gak Melakukan Penyimpangan Seksual, Marlina Octoria Tantang Hal Ini pada Ayah Taqy Malik: Berani Enggak!

"Stop! Jangan ancam UU ITE kepada seseorang wanita yang berani bicara kebenaran," pungkas Sunan Kalijaga. "Stand Up Speak Up. Hukum dibuat bukan untuk membungkam kebenaran."