Dewasa ini, kehidupan generasi milenial yang sangat dinamis tak jarang membuat mereka mengabaikan satu hal penting, yaitu kesehatan. Namun, menurut Ahi Gizi, dr. Titi Sekarindah, MS. Sp Gk, generasi milenial yang berumur 25 s.d 34 tahun menurut survei di luar negeri justru sebetulnya adalah generasi yang mempunyai kertertarikan akan makanan sehat.

“Tapi saya belum melihat ada survei seperti itu di Indonesia. Memang mereka (milenial) lebih banyak waktunya untuk bekerja, duduk di depan komputer, sebagian tak ada waktu untuk olah raga. Nah, ini yang menyebabkan mereka rentan terkena penyakit,” tutur dr. Titi, kepada HerStory, Rabu (15/9/2021).

Adapun kata dr. Titi, penyakit yang rentan menyerang milenial tersebut diantaranya seperti kegemukan, kadar kolesterol dan trigliserida tinggi, asam urat tinggi, diabetes melitus tipe 2, hipertensi, penyakit jantung koroner, penyakit gangguan metabolik, dll.

Adapun penyebabnya, kata dr. Titi, adalah karena mereka tak mengikuti pola makan sehat, kurang berolah raga, kebiasaan merokok, kurang istirahat, dan tak bisa mengendalikan stress.

Nah, kata dr. Titi, salah satu penyakit yang menyerang generasi milenial ini salah satunya adalah gangguan metabolik. Gangguan metabolik adalah kelainan dalam proses metabolisme tubuh. Metabolisme adalah proses penguraian nutrisi dari makanan menjadi energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Ketika seseorang mengalami gangguan metabolik, proses metabolisme di dalam tubuhnya terganggu, sehingga produksi energi yang dibutuhkan untuk menjalankan berbagai fungsi tubuh juga terganggu.

“Untuk gangguan metabolik ini umumnya penyebabnya karena kelebihan berat badan, diet dengan kadar gula, garam, minyak, kolesterol tinggi dan kalori tinggi, serta kurang makan sayur dan buah-buahan. Selain itu kurang aktifitas fisik,” beber dr. Titi.

Lebih lanjut, dr. Titi pun memberikan tips memilih makanan yang baik untuk dikonsumsi setiap harinya.

Baca Juga: Kenalkan Rempah-Rempah Nusantara ke Milenial, Kemendikbud Adakan Acara Masterclass Sambung Rasa

“Bila kita ingin sehat, kita pun harus benar-benar memilih makanan untuk dikonsumsi setiap harinya. Hindari makanan yang dimasak dengan cara digoreng. Alangkah baiknya pilih makanan yang dipanggang, direbus, atau dipepes. Usahakan ada sayurannya juga. Kalau hak ada, boleh dilengkapi dengan lalap sayur dan buah potong, tidak dijus. Sebabnya, buah yang dijus komposisinya berubah menjadi karbohidrat sederhana yang mudah diserap dan menaikkan gula darah,” tandas dr. Titi.