Saat akan mengganti produk atau skincare baru, sebenarnya kita perlu enggak sih melakukan puasa skincare terlebih dulu supaya wajah enggak kaget bahkan meminimalkan ketidakcocokan? 

Skincare sejatinya sudah menjadi kebutuhan penting baik bagi wanita maupun pria untuk merawat kesehatan kulit. 

Puasa skincare merupakan kegiatan menghentikan penggunaan skincare dalam periode waktu tertentu. Hal ini ditujukan agar kulit bisa bekerja dengan baik saat menerima produk baru dan meminimalkan terjadinya ketidakcocokan terhadap produk baru yang akan digunakan. 

Mengutip dari unggahan dr. Yessica Tania alias dr. Zie selaku aesthetic doctor (24/9/2021), dirinya menuturkan kalau puasa skincare dapat dijadikan alternatif yang dianjurkan pada mereka yang memiliki kondisi kulit tertentu. Diantaranya sebagai berikut. 

Pertama, ketika akan menggunakan skincare baru yang ternyata menimbulkan reaksi negatif seperti alergi. 

Kedua, untuk mengetahui penyebab atau 'biang kerok' dari produk yang menimbulkan reaksi negatif ketika kita sedang menggunakan berbagai macam merk skincare

Ketiga, saat menggunakan skincare yang ternyata mengandung bahan aktif terlalu keras sehingga menimbulkan luka atau iritasi seperti kemerahan. 

dr. Zie juga menambahkan waktu terbaik untuk melakukan puasa skincare sekitar 2 sampai 4 minggu. Sebab rentang waktu tersebut ideal untuk skin barier pulih secara alami.

Tapi tetap menggunakan basic skincare seperti sabun, pelembab, dan sunscreen tetap harus digunakan. 

Baca Juga: Bye-bye Jerawat! Ekstrak Sarang Burung Walet Jadi 'Senjata' Perangi Kulit Berjerawat, Seberapa Berkhasiat?

Setelah menjalani puasa skincare yang penting untuk diperhatikan adalah dengan menggunakan produk baru one by one. Ini ditujukan agar kita dapat langsung mengetahui bilamana timbul reaksi alergi.