Menu

Waspadai Gangguan Kesehatan Jiwa! Kenali ‘P3K’ Psikologisnya, Apa Itu Ya?

Riana Agustian
24 September 2021 13:35 WIB
Waspadai Gangguan Kesehatan Jiwa! Kenali ‘P3K’ Psikologisnya, Apa Itu Ya?

Ilustrasi kesehatan mental (Unsplash/Priscilla Du Preez)

HerStory, Bogor —

Jika selama ini kita hanya mengenal istilah P3K atau pertolongan pertama untuk penyakit-penyakit fisik pada umumnya, gangguan jiwa pun memiliki istilah yang serupa, lho Beauty.

Pertolongan pertama psikologis, atau biasa yang disebut sebagai PFA (Psychological First Aid) merupakan serangkaian tindakan yang diberikan guna membantu menguatkan mental seseorang yang mengalami ganguan kesehatan jiwa.

Mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI sekaligus inisiator pembentukan UU Kesehatan Jiwa, yang juga seorang Psikiater, Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ., menuturkan, PFA ini sangat penting sebagai tindakan pertolongan dini terhadap masalah-masalah atau kendala psikologis/distress psikologi yang dihadapai oleh seseorang.

“PFA sendiri dianalogikan sebagai P3K dilakukan secara sistematis yang mana di dalamnya menyangkut keterampilan seperti kehadiran, empati, komunikasi interpersonal, dan mencoba memahami situasi,” terang Nova, saat dihubungi HerStory, baru-baru ini.

Lebih lanjut, wanita yang masuk sebagai finalis di ajang ASEAN-US Science Prize for Women 2020 ini mencontohkan bahwa misalnya di masa pandemi tak sedikit orang yang merasa fatique atau burnout.

Banyak juga orang mengalami perubahan empati karena saking lelangnya dengan situasi pandemi. Untuk itu, agar perasaan tersebut tak menjadi gangguan jiwa, tak ada salahnya seseorang yang mempunyai resiko gangguan jiwa untuk segera berkonsultasi ke ahlinya.

“Jadi kalau seseorang sudah ada di posisi ODMK, artinya sudah mempunyai resiko gangguan jiwa, gak masalah untuk segera berkonsultasi ke ahlinya. Sekarang kan sudah banyak aplikasi-aplikasi konsulasi online, misalnya dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sendiri punya aplikasi Sehat Jiwa. Itu aja dipakai sebagai ‘P3K’. Nah aplikasi itu punya fitur untuk konsultasi, jadi artinya kita bisa konsultasi dengan professional di bidang kesehatan jiwa. Saya pun nanti di akhir tahun juga akan meluncurkan aplikasi berdasarkan disertasi saya untuk pencegahan bunuh diri,” paparnya.

“Jadi, jangan sampai sudah jadi manifestasi klinis, jangan sampai sudah mengalami disfungsi pekerjaan, baru datangi ahli. Sebaiknya kita lebih baik mencegah dan juga meningkatkan kesehatan jiwa, kecuali memang orang itu gak punya insight. Kalau orang gak punya insigh, agak susah juga dia untuk berangkat mencari pelayanan atau professional di bidang kesehatan jiwa. Tapi kalau in general ya seperti itu tadi, saya sangat merekomendasikan sesegera mungkin mendapatkan pertolongan pertama dan juga kondisi psikologis,” tandas Nova.