Moms, tahukah kamu bahwa saat merasakan atau mendengar detak jantung, maka sebenarnya yang kita rasakan adalah tanda bahwa jantung sedang memompa darah. Sayangnya, ada kemungkinan detak jantung kita tak normal lho, kondisi ini dikenal dengan aritmia.

Nah, aritmia atau detak jantung tak beraturan ini tak boleh disepelekan, terutama pada ibu hamil. Hal ini karena jantung berdebar saat hamil bisa saja berakibat fatal, lho.

Menurut dr. Muhammad Ikhsan, Sp.PD-KKV, FINASIM, selaku Internist Konsultan Kardio Vaskular dari OMNI Hospital Pulomas, sebagian besar kasus aritmia ini tak memerlukan intervensi medis dan tak menyebabkan kerusakan, tapi pada kasus tertentu bisa mempengaruhi tubuh dan juga bayi yang dikandung.

Namanya hamil pasti berdampak pada 2 orang ya, buat ibu dan si janin. Untuk ibunya tentu kalau aritmianya ringan ya, tidak akan berdampak apa-apa. Tapi kalau aritmianya berat bakal menyebabkan gangguan dari perubahan dan struktur jantung, kemudian gangguan dari aliran atau pasokan darah ke janin, sehingga menyebabkan kondisi janin jadi terganggu. Tapi sekali lagi bahwa dengan deteksi dini, dengn pemeriksaan yang teliti dan cermat, dan aware terhadap kondisi pribadi, apalagi yang sudah punya riwayat aritmia maka tentu harus punya awareness yang lebih tinggi untuk dilakukan pengecekan untuk evaluasi,” papar dr.Ikhsan, menajawab pertanyaan HerStory, belum lama ini.

dr. Ikhsan menambahkan, untuk pengobatan aritmia pada ibu hamil sendiri, utamanya kasus aritmia ringan, tak memerlukan obat-obatan.

“Yang paling umum itu berdasarkan data penelitian sebagian besar itu tak berbahaya bahkan seringkali tak memerlukan obat-obatan yang spesifik. Apabila memamg bumil itu aritmianya ringan. Itu bisa kita dapatkan dari gambaran rekam listrik jantung misalnya ada gelombang abnormal tapi munculnya sangat jarang, itu biasanya tak serta merta kita berikan obat. Tentu kita sekali lagi kita harus lihat faktor pencetusnya apa.  jadi yang paling penting adalah aware terhadap pemantauan. Jadi tadi seperti disampaikan juga kalau tidak berhati-hati, bisa mengganggu aliran darah ke janin sehingga menghambat perkembangan janin ke depannya,” lanjut dr. Ikhsan.

Lalu perlukah kita khawatir dengan penyakit ini?

Baca Juga: Bumil Merapat! 7 Manfaat Pisang di Masa Kehamilan, Bisa Cegah Hipertensi dan Cacat Lahir Bayi